Bismillahirrahmanirrahim
Sebenarnya, sudah lama perkembangan Cawa ingin kutuliskan dalam blog ini, tetapi yah itu, sikap menunda-nunda masih terus membayangi. Akhirnya pas kemarin scroll IG, ada ibu yang mencatat perkembangan anaknya secara harian, dalam sebuahbuku catatan. Nah hal tersebut menjadi motivasi yang membangkitkan kembali semangat yang sempat redup, Masya Allah.
Memasuki usia 7 bulan, Alhamdulillah dia sudah bisa duduk tegak, bersiap-siap merangkak. Berikut rincian yang masih saya ingat:
Selasa, 23 April 24: untuk pertama kalinya bisa "dada" saat orang tuanya pamit kerja
Jumat, 26 April 24: dijaga oleh nenekku pas saya kerja, soalnya pengasuhnya sakit, dan kata nenekku sepanjang hari Cawa malas minum susu formulanya, dia hanya mau makan saja. Akhirnya sisa susunya dicampur ke makanannya. Hehe kreatif.
Sabtu, 27 April 24: sudah bisa mengubah posis dari tengkurap ke duduk dengan cara mundur. Tapi anaknya selalu pengen ikut ke mamanya, yah mungkin menyadari mumpung tidak kerja kan. Saya memang membiasakan meskipun di rumah, Cawa tetap minum pake dot baik ASIP maupun sufor, pas jam setengah 5 atau lebih sedikit, dia baru boleh DBF. Sebagai latihan buatnya karena ritmenya seperti itu setiap hari. Takutnya malah dia tantrum kalau mau DBF pas siang-siang dan saya lagi di tempat kerja. Maafkan mama nak 😢
Ahad, 28 April 24: Alhamdulillah sudah bisa tepuk tangan. Tadi juga pas selesai maghrib dia nangis kejer, tiba-tiba saja begitu saat kusuapi, ternyata dia ngantuk dan jadilah setelah makan, nenen lalu tidur. Akibatnya, jam tidurnya mundur karena gak lama kemudian bangun lagi, lanjut main dan baru tidur setengah 10. Padahal biasanya, setengah 9 sudah gelisah mau tidur.
Senin, 29 April 24: Alhamdulillah udah merayap mundur dan langsung duduk.
Rabu, 01 Mei 24: Alhamdulillah hari ini bisa quality time sama Cawa dan ettanya karena hari libur nasional. Setelah Ashar kami memutuskan untuk ke mie titi, padahal sebelumnya pengen ke penjual es kelapa muda, tapi di tengah jalan tiba-tiba berubah haluan. Cawa yang tidur sekita 20 menitan setelah kami shalat Ashar, harus ditunggu bangun dulu agar perasaannya tenang. Alhamdulillah hari ini dia bebas tangisan di tempat umum, meskipun hampir 😬. Sepertinya memang dia harus sering dibawa jalan keluar agar tahu bahwa di dunia ini ada banyak penduduk 🤭.
Sabtu, 04 Mei 24: Cawa demam, ketauannya jam 5 lewat, menjelang Maghrib. Ini pertama kalinya dia demam selain imunisasi. Nah kalau pasca imunisasi kan jelas yah penyebabnya, kalau ini belum tau kenapa bisa demam, makanya langsung khawatir. Ternyata menjelang tengah malam, panasnya tidak turun. Ettanya pun inisiatif membelikan obat penurun panas di apotek melalui aplikasi ojol. Sedangkan mamanya sibuk gendong si anak sambil menelepon mama aji bertanya obat apa yang biasanya diberikan saat bayi demam. Di salah satu grup WA juga mama bertanya. Dari dua sumber itu, ada satu solusi yang sama, yaitu membalurkan minyak telon+bawang merah ke tubuh bayi. Sambil menunggu obatnya, perlakuan tradisional itupun kami kerjakan, meskipun ettanya berkali-kali protes karena baunya kurang enak. Tidak lama kemudian, etta mengatakan kalau tidak ada driver yang bisa mengantarkan obat itu. Akhirnya, mama pesan melalui aplikasi yang sama di HP mama. Alhamdulillah ada yang mau antar, bapaknya baik sekali, awalnya dia takut karena sebelum perumahan dan di jalan masuk perumahanku itu ada beberapa spot gelap, akhirnya dia meminta tolong sama temannya untuk ditemani. Aku bilang kalau memang takut, tidak usah diantarkan, ada ettanya juga yang kalau memang tidak ada driver, dia yang ke apotek. Cuma, bapaknya gak enak karena ini obat, pasti sangat dibutuhkan. Akhirnya, janjianlah ettanya ambil obat tersebut di depan Alfamart saja, takutnya kelamaan cari alamat nantinya. Sementara berkomunikasi sama driver, HP ettanya bunyi dan ternyata yang menelepon adalah driver yang dia pesan di HPnya sendiri, ternyata pesanannya diantarkan dan tidak tercancel. Daripada dapat dobel dan takutnya tidak kepake, akhirnya aku menelepon driver yang kupesan dan memberikan obat tersebut kepada yang membutuhkan saja, kan kasian kalau dia ke sini lagi, mana masih jauh. Dia berpesan agar siapa tau pihak aplikasi ojol tersebut menelepon dan bertanya apakah pesanan sudah selesai atau belum, aku jawab selesai, karena kalau tidak, bisa jadi dia langsung dipecat. Aku pun mengiyakan. Singkat cerita, obat tersebut dia berikan kepada pihak panti asuhan. Masya Allah, cara Allah membuat manusia bersedekah kadang memang di luar logika kita. Mungkin memang akunya kurang sedekah. Kembali ke Cawa, pas minum obat dia muntah, butuh 3 kali percobaan agar dia mau menelan obatnya. Alhamdulillah demamnya berangsur turun.
Ahad, 05 Mei 24: Sekitar setengah 5 subuh, Cawa terbangun dan langsung menangis keras tanpa sebab. Kami pun kaget. Berbagai cara dilakukan agar dia mau berhenti menangis, padahal matanya merem. Mungkin efek demamnya yang naik turun, kasihan. Akhirnya setelah menyusu, dia tertidur lagi. Pukul setengah 7, aku bangun utuk membuatkan bubur (pas mamanya lagi haid). Setelah itu, kembali ke tempat tidur untuk kasih ASI. Menjelang jam 7, aku ke dapur lagi untuk masukkan labu dan santan di buburnya, ternyata pemirsa si kompor tidak menyala alias gasnya habis. Astaghfirullah hampir setengah jam menunggu tanpa hasil. Alhamdulillah tempat pesan gas isi ulang langsung membalas dan bersedia mengantarkan secepatnya. Karena keterlambatan buburnya, Cawa nangis lagi karena biasanya jam 7 dia sudah sarapan, plus demamnya naik lagi. Ettanya memberi obat untum meredakan demam sambil menunggu buburnya matang. Alhamdulillah nafsu makan dan minum susunya Cawa tidak berubah, tetap lahap. Selesai dia makan, gantian kami berdua. Hari ini Cawa tidak mandi, pas BAB saja kami bersihkan pakai air hangat. Pas Ashar, ternyata panasnya naik lagi, kami pun memberi obat untuk ketiga kalinya. Syukurlah sampai malam ini panasnya tidak naik lagi. Semoga besok pun demam dan sakitnya sudah sembuh. Aamiin.
Senin, 06 Mei 24: Sekitar jam 3 lewat, aku terbangun untuk memeriksa suhu badan Cawa, qadarullah naik lagi. Akhirnya kubalurkan campuran bawang dan minyak telon lagi. Kuputuskan pula untuk izin tidak ke sekolah dulu. Pas bangun pagi, Alhamdulillah berangsur turun panasnya. Sekitar jam 8, pengasuhnya Cawa datang, aku pun melanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertunda. Hari ini Cawa tidak mandi dulu, kami hanya mengelapnya dengan tisu basah sebelum berganti pakaian. Alhamdulillah sampai malam tiba, demamnya tidak naik lagi.
Selasa, 07 Mei 24: Alhamdulillah mama berangkat kerja hari ini, suhu tubuhnya Cawa sudah normal kembali. Sedih sih nak, melihatmu selemas itu. Tapi gak apa, namanya baru pemulihan yah. Sehat-sehat anak sholehahnya mama etta.
Sabtu, 11 Mei 24: Cawa sudah mulai GTM. Perlu waktu beberapa lama agar dia menghabiskan makanannya. Tapi, aku batasi sampai 30 menit agar dia tidak bosan dan trauma. Insya Allah rencana mulai besok mau pijat beberapa bagian tubuhnya agar bisa mengatasi GTMnya. Katanya juga makan bersama orang tuanya bisa mengurangi GTMnya. Hari ini juga aku menyesal karena habis memarahi dia. Setiap kali saya masuk ke dalam atau keluar yang di luar jangkauan matanya, dia akan menangis keras, gak mau ditinggal. Padahal, aku tau kalau anak ini belum paham, tapi tetap saja kekesalan itu akhirnya keluar dalam bentuk omelan. Maafkan mama nak. Pas dia tidur, baru terasa penyesalan dan kasihannya, padahal dia hanya tidak mau jauh dari mamanya, mestinya bangga kan yah. Tapi yah itu dia, beberapa pekerjaan termasuk mandi terpaksa ditunda. Itu yang buat emosi. Astaghfirullah 😭
Rabu, 15 Mei 24: Alhamdulillah nemu rumus tak GTM lagi, yaitu jangan makan apapun atau nenen setengah jam sebelum makan berat. Pas buka IG juga ketemu sama postingan yang mengatakan bahwa salah satu mencegah GTM adalah menggunakan sedotan. Emang anak 7 bulan bisa pakai sedotan sendiri? Oh tentu tidak, aku membelikan gelas khusus yang kalau dipencet air akan naik ke sedotannya lalu masum ke mulut bayi. Alhamdulillah sejauh ini berfungsi rumus di atas. Oo iya tadi sempat shock juga karena pas pulang dari sekolah, pengasuhnya Cawa melapor kalau baru saja Cawa jatuh bersama strollernya. Jadilah jidatnya benjol. Ya Allah nak, semoga segera pulih sayang. Aamiin