Jumat, 13 September 2024

JURNAL 11 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu, 31 Agustus 24: Sekitar pukul setengah 9 malam, Cawa tidur setelah meminum susu dari botol susunya. Tapi, sekitar setengah jam an kemudian, doi bangun dan muntah sekaligus BAB yang konsistensinya sangat encer. Fix dia muntaber, apalagi suhu badannya meningkat pas kupegang dahinya. Akupun menghubungi ettanya yang saat itu masih di kantor. Setiap tanggal 31 setiap bulan ettanya pulang jam 3an karena closing. Paniklah sayanya, mana sendiri lagi. Mau menghubungi tetangga juga segan malam malam begini, meskipun tetangganya baik sekali. Suami pun meminta agar Cawa diberi air putih banya-banyak dan kasih makan nasi. Saking paniknya, aku bilang nasinya habis, ettanya mengatakan kan bisa masak lagi. Astaghfirullan iya juga ya, kenapa malah pasrah sama keadaan. Yah tapi namanya orang panik ges. Alhamdulillahnya Cawa mau minum air banyak melalui botol susunya dan stop minum susu dl. Makannya pun lahap. Setelah Cawa bisa tidur, aku pun tidur juga, meskipun tetap waspada. Sekitar setengah 4, ettanya datang dari kantor, Cawa bangun lagi. Dia muntah dan BAB lagi. Kami pun memutuskan untuk bawa ke dokter anak sekitar jam 8 atau 9. Saat pagi, Alhamdulillah demamnya turun dan Cawa sudah makan, minum susu baik ASI maupun formula, dan tidak BAB lagi. Akhirnya kami memutuskan menunda dulu sambil tetap observasi dan memberinya air daun jambu biji. Alhamdulillah keadaannya semakin membaik hingga suhu badannya normal kembali dan aku pun bisa berangkat kerja hari Seninnya.

Ahad, 08 September 24: Hari ini ada resepsi pernikahan teman kantor, Alhamdulillah ada mobil kantor ettanya Cawa yang bisa kami gunakan ke sana. Pak Supri, security di kantor, dan istrinya yang merupakan pengasuhnya Cawa juga ikut di mobil beserta 1 anaknya. Alhamdulillah sepanjang resepsi Cawa gak rewel, bahkan si doi ikut foto bersama pengantin. Aku dan bundanya gantian buat makan. Setelah dari sana, kami antar Pak Supri sekeluarga ke rumahnya dan kami bertiga lanjut ke mall.

Rabu, 14 Agustus 2024

JURNAL 10 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu, 20 Juli 24: kami bawa Cawa imunisasi Campak, imunisasi dasar terakhirnya. Insya Allah berikutnya tinggal lanjutan dan PVC 1 kali. Dengan ditemani bundanya, kami berangkat sekitar Pukul 9 start dari sekolahku, karena ada agenda tahsin guru. Sampai di klinik, kami harus menunggu antrean. Saat itulah drama dimulai. Karena sudah masuk jam ngantuknya plus panas dan ribut, Cawa akhirnya rewel sebelum diimunisasi. Hal tersebut berlangsung hingga selesai diimunisasi, karena ditambah oleh rasa sakit setelah disuntik hehe. Tapi, setelah itu Alhamdulillah di perjalanan pulang dia bisa tidur.

Ahad, 21 Juli 24: Alhamdulillah Cawa nda demam pasca imunisasi, oleh karenanya kami bawa jalan makan di cafe sebagai bentuk family time. Berangkatnya setelah Ashar dan pulang setelah maghrib. Malamnya, ternyata dugaan kami keliru, Cawa demam. Akhirnya Senin saya izin tidak ke sekolah.

Rabu, 14 Agustus 24: Selasa sore, sebelum bundanya pulang, dia mengatakan kalau badannya Cawa agak hangat. Ternyata benar, sampai malam tiba suhunya semakin bertambah. Makan malamnya pun tak dihabiskan. Kami memberinya sirup pereda demam, ternyata Cawa muntah. Kami coba sampai 2 kali dan kejadiannya sama. Akhirnya, kami biarkan karena minum ASInya juga tidak berkurang, bahkan seolah haus terus. Dini hari, dia bangun untuk menyusu, tapi kami kasih sufor karena takutnya ASIku kurang. Ternyata, hal itu yang memicu dia muntah lagi. Kami pun melumuri badannya dengan campuran minyak telon dan bawang. Pagi harinya, aku izin tidak masuk sekolah, meskipun ada bundanya. Karena badannya masih demam, kami memutuskan memberikan obat lagi, obat semalam dimuntahkan semua. Alhamdulillah lancar. Akhirnya aku handle pekerjaan rumah dan bundanya menghandle Cawa. Si doi juga lebih milih bundanya dibanding mamanya, hehe. Alhamdulillah suhunya normal kembali.

Kamis, 15 Agustus 24: Pulang sekolah aku periksa kembali suhu badannya Cawa, ternyata demam lagi. Kami sepakat untuk tidak memberi obat dulu, cukup yang tradisional. Sepanjang malam, Cawa sering sekali terbangun ingin minum ASI plus rewel karena mungkin suhu tubuhnya yang agak tinggi. Aku pun minta izin kembali untuk tidak ke sekolah pada hari Jumat keesokannya. Alhamdulillah di pagi hari suhunya semakin turun dan akhirnya normal. Hari ini juga aku takjub, Masya Allah dia sudah bisa jalan 2-3 langkah sebelum jatuh 🥰

Senin, 08 Juli 2024

JIKA AKU BUKAN SEORANG IBU...

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan tahu apa itu karotenemia, DBF, kolik, push walker, baby walker, dan berbagai istilah yang sering bersinggungan dengan bayi

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan tahu bagaimana susahnya menahan diri membandingkan anak sendiri dan orang lain

Jika aku bukan seorang ibu, tak ada yang mampu membangunkanku tengah malam ketika dia lapar

Jika aku bukan seorang ibu, aku tidak akan mengerti beratnya menahan ego untuk menyelamatkan mental anak

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan ridho dengan perilaku anak yang tidak sesuai ekspektasiku

Ibu adalah gelar terbesar yang Allah titipkan untukku, selain menjadi istri

Ibu adalah peranan yang tidak akan pernah kusesali apapun yang terjadi

Ibu adalah penghargaan tertinggi yang kumiliki

Alhamdulillah Ya Allah

Ibu adalah aku, mamanya Cawa

Senin, 24 Juni 2024

JURNAL 9 BULAN CAWA

Selasa, 18 September 24: Alhamdulillah akhirnya 9 bulan usiamu nak. Kita lagi otw dari kampung ke Makassar, setelah lebaran Idul Adha. Kali ini neneknya mama yang menemani kita ke Makassar. Di mobil Alhamdulillah ketemu sama tetangga kampung plus tetangga di perumahan juga. Tapi, beliau sementara masih kerja di Surabaya, katanya bentar lagi pindah ke Makassar. Masya Allah pakai dibeliin minuman pula sama mereka. Jazakumullahu Khairan orang baik.

Rabu, 19 September 24: Hari pertama mama sekolah setelah libur Idul Adha. Ternyata, bunda Cawa izin hari ini karena gak ada yang anter ke rumah, suaminya lagi sakit. Jadilah tega gak tega mama titipin ke nenek. Alhamdulillah anteng sampai sore, dibantu sama tetangga pula buat menghubungi mama kalau seandainya Cawa nangis. Etta yang justru overthinking, akhirnya memperjuangkan buat pulang cepat. Hanya, mama jadi khawatir karena badannya Cawa banyak merah-merah. Akhirnya berpikir, ini gara-gara alergi makanan atau biker yah? Sambil mama observasi pas kasih makan

Kamis, 20 September 24: Alhamdulillah bunda Cawa sudah masuk. Pas sore hari saat mama pulang sekolah, kok merah-merahnya masih muncul yah. Mama jadi curiga sama ayam campuran buburnya Cawa. Jadinya, besoknya masih dikasih tapi dikurangi porsinya, sambil si merah-merah tadi diberikan bedak Cathrina Booth.

Jumat, 21 September 24: Masih muncul si merah-merah tadi, masalahnya dibarengi pula dengan gatal. Akhirnya, mama stop kasih ayam sam sekali. Alhamdulillah pas pulang sekolah, merahnya sudah jauh berkurang.

Sabtu, 22 September 24: Hari ini acara penerimaan rapor di sekolahnya mama, acara terakhir semester ini. Bundanya Cawa gak datang karena dia mesti ke sekolah juga terima rapor anaknya. Alhamdulillah mama juga akan pulang setelah shalat Dzuhur, lebih awal dari biasanya, jadi tetap dititip sama nenek. Awalnya mau dibawa ke sekolah, tapi mama gak tega sama Cawa. Alhamdulillah aman sampai mama pulang. Cawa anteng meski tetap pakai drama sedikit-sedikit. Kulit merah dan gatalnya pun sudah sembuh.

Senin, 24 September 24: Jadwal check up ke dokter anak di RSOJ Biringkanaya. Mama meminta bunda menemani, ternyata nenek juga mau ikut, biar jalan-jalan sedikit katanya, jangan di rumah terus, hehe. Akhirnya sampai RS sebelum jam 11, langsung melapor ke bagian pendaftaran dan ternyata dapat no. Urut 1. Setelah ditimbang massa badan dan diukur tingginya, kami pun menunggu di depan poli anak. Alhamdulillah dokternya sudah ada. Akhirnya, saya dan bunda membawa Cawa masuk. Karena massanya bertambah sekitar 200 gr, Insya Allah anaknya sehat-sehat, gak perlu periksa darah. Jadi, diberikan resep vitamin dengan tambahan curcuma untuk menghilangkan warna kuning di kulitnya akibat hiperbetakaroten. Kata dokter sudah lumayan berkurang, tapi diminta mengonsumsi vitamin yang diresepkan dulu selama sepekan dan kontrol lagi 1 Juli 2024.

Selasa, 25 September 24: Hari pertama Cawa minum curcuma yang diberikan dokter kemarin, ternyata dia tidak suka. Awalnya, saya kira akan sama dengan vitamin sebelumnya, lancar jaya minumnya, eh ini harus pakai drama. Pas kuicip, ternyata rasanya emang aneh haha. Khas rempah yang sampai nyegrak ke hidung. Cawa sampai nangis kejer. Akhirnya sisa yang dia gak minum aku masukkan ke gelas minumnya. Wah PR baru ini, bagaimana besok yah, padahal masih ada 5 bungkus 😀

Rabu, 26 September 24: Akhirnya sebelum minum curcuma, aku kasih dulu ke Cawa buat diicip sebelumnya. Tentu saja dia menolak. Akhirnya semua sisa curcuma kumasukkan ke gelas minumnya. Karena si bayi memang aktif, gelas minumnya yang belum kututup sempurna dia tumpahin, Allah 😫. Akhirnya minumnya gak full, hanya yang tersisa saja. Sisa bubuk yang masih ada di gelasnya kutambahkan air minum.

Kamis, 27 September 24: Hari ini dibantu sama ettanya kasih curcuma. Ettanya pakai pipet khusus bayi dan aku yang pegang Cawa. Tega gak tega kali ini dia mesti dipaksa. Alhamdulillah masuk sekitar 70%, 30% nya tumpah saat proses dimasukkan ke pipet dan saat Cawa nangis waktu dimasukkan ke mulutnya. Sekitar 5 menit dia nangis dan moodnya gak bagus. Tapi Alhamdulillah setelah mandi, moodnya kembali dan dilanjutkan rutinitasnya, minum susu lalu tidur.

Jumat, 29 September 24: Akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikan penggunaan curcuma. Bukan karena Cawa tidak suka, tapi badannya merah-merah bentol setelah mengonsumsinya. Meskipun masih agak kuning, tapi kata dokter juga akan berhenti meskipun agak lama jika tidak mengonsumsi obat. Yah sudahlah, yang penting anaknya tetap sehat dan aktif, Alhamdulillah. Semoga seiring berjapannya waktu bisa sembuh total dari kuning akibat kelebihan karoten.

Minggu, 19 Mei 2024

JURNAL 8 BULAN CAWA

 Bismillahirrahmanirrahim...

Sabtu, 18 Mei 24: Alhamdulillah anak gadis mama 8 bulan. Sudah lincah ke sana ke mari jalur merangkak. Sudah sering ngomong "mmaa maaa, tthhaa tthhaa". Insya Allah bulan depan imunisasi campak yah nak.

Ahad, 19 Mei 24: Diajak jalan sama etta ke Maros, pas ada kerjaannya etta di sana dan memang Ahad waktu buat mama dan Cawa. Meski hanya jalan, mampir makan, lalu ke pasar, tapi momen itu gak boleh terlewatkan. Alhamdulillah, semoga panjang umur dan berkah semuanya, agar tetap konsisten jalan bersama di hari Ahad atau libur lainnya.

Selasa, 11 Juni 24: Ahad malam Senin, Cawa demam. Akupun berinisiatif memberikan pengobatan tradisional dulu, campuran bawang merah dan minyak telon yang dibalurkan ke seluruh badannya. Alhamdulillah demamnya reda keesokan harinya, tapi tetap saja aku minta izin gak masuk kerja dulu meskipun bundanya tetap masuk juga. Selepas demam, aku memperhatikan telapak tangan dan mukanya masih kuning (Ahad kemarin rencana dibawa ke dokter, tapi gak jadi karena sesuatu hal). Akhirnya aku dan ettanya memutuskan membawa Cawa ke klinik hari ini. Singkat cerita, dia dirujuk ke poli anak untuk mendapatkan penjelasan lengkap. Ternyata, Cawa menderita karetonemia, sebuah penyakit kelebihan beta karoten, jadi gak boleh dulu mengonsumsi segala bentuk sayuran merah, kuning, orange. Memang sih, kayaknya sudah sebulan Cawa setiap hari makan bubur dicampur labu. Dokter juga mempermasalahkan BBnya, di usia masuk 9 bulan Cawa harusnya sudah 7,5 kg katanya, ini maaih di 6,6 kg. Karenanya, kami diberikan resep MPASI dan asam folat oleh dokter, kemudian diminta kontrol kembali 2 pekan kemudian. Jika BBnya gak bertambah minimal 200 gr, Cawa mesti tes darah. Dokter khawatir jangan sampai dia anemia atau ISK. Ya Allah, sebagai seorang mama, hati ini kayak hancur mendengar penjelasan dokter. Rasanya belum maksimal menjadi seorang ibu. Yah Bismillah, semoga di tanggal 24 nanti massanya mencapai 7 kg atau di atas 7 kg. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Sabtu, 27 April 2024

JURNAL 7 BULAN CAWA

 Bismillahirrahmanirrahim

Sebenarnya, sudah lama perkembangan Cawa ingin kutuliskan dalam blog ini, tetapi yah itu, sikap menunda-nunda masih terus membayangi. Akhirnya pas kemarin scroll IG, ada ibu yang mencatat perkembangan anaknya secara harian, dalam sebuahbuku catatan. Nah hal tersebut menjadi motivasi yang membangkitkan kembali semangat yang sempat redup, Masya Allah.


Memasuki usia 7 bulan, Alhamdulillah dia sudah bisa duduk tegak, bersiap-siap merangkak. Berikut rincian yang masih saya ingat:

Selasa, 23 April 24: untuk pertama kalinya bisa "dada" saat orang tuanya pamit kerja

Jumat, 26 April 24: dijaga oleh nenekku pas saya kerja, soalnya pengasuhnya sakit, dan kata nenekku sepanjang hari Cawa malas minum susu formulanya, dia hanya mau makan saja. Akhirnya sisa susunya dicampur ke makanannya. Hehe kreatif.

Sabtu, 27 April 24: sudah bisa mengubah posis dari tengkurap ke duduk dengan cara mundur. Tapi anaknya selalu pengen ikut ke mamanya, yah mungkin menyadari mumpung tidak kerja kan. Saya memang membiasakan meskipun di rumah, Cawa tetap minum pake dot baik ASIP maupun sufor, pas jam setengah 5 atau lebih sedikit, dia baru boleh DBF. Sebagai latihan buatnya karena ritmenya seperti itu setiap hari. Takutnya malah dia tantrum kalau mau DBF pas siang-siang dan saya lagi di tempat kerja. Maafkan mama nak 😢

Ahad, 28 April 24: Alhamdulillah sudah bisa tepuk tangan. Tadi juga pas selesai maghrib dia nangis kejer, tiba-tiba saja begitu saat kusuapi, ternyata dia ngantuk dan jadilah setelah makan, nenen lalu tidur. Akibatnya, jam tidurnya mundur karena gak lama kemudian bangun lagi, lanjut main dan baru tidur setengah 10. Padahal biasanya, setengah 9 sudah gelisah mau tidur.

Senin, 29 April 24: Alhamdulillah udah merayap mundur dan langsung duduk.

Rabu, 01 Mei 24: Alhamdulillah hari ini bisa quality time sama Cawa dan ettanya karena hari libur nasional. Setelah Ashar kami memutuskan untuk ke mie titi, padahal sebelumnya pengen ke penjual es kelapa muda, tapi di tengah jalan tiba-tiba berubah haluan. Cawa yang tidur sekita 20 menitan setelah kami shalat Ashar, harus ditunggu bangun dulu agar perasaannya tenang. Alhamdulillah hari ini dia bebas tangisan di tempat umum, meskipun hampir 😬. Sepertinya memang dia harus sering dibawa jalan keluar agar tahu bahwa di dunia ini ada banyak penduduk 🤭.

Sabtu, 04 Mei 24: Cawa demam, ketauannya jam 5 lewat, menjelang Maghrib. Ini pertama kalinya dia demam selain imunisasi. Nah kalau pasca imunisasi kan jelas yah penyebabnya, kalau ini belum tau kenapa bisa demam, makanya langsung khawatir. Ternyata menjelang tengah malam, panasnya tidak turun. Ettanya pun inisiatif membelikan obat penurun panas di apotek melalui aplikasi ojol. Sedangkan mamanya sibuk gendong si anak sambil menelepon mama aji bertanya obat apa yang biasanya diberikan saat bayi demam. Di salah satu grup WA juga mama bertanya. Dari dua sumber itu, ada satu solusi yang sama, yaitu membalurkan minyak telon+bawang merah ke tubuh bayi. Sambil menunggu obatnya, perlakuan tradisional itupun kami kerjakan, meskipun ettanya berkali-kali protes karena baunya kurang enak. Tidak lama kemudian, etta mengatakan kalau tidak ada driver yang bisa mengantarkan obat itu. Akhirnya, mama pesan melalui aplikasi yang sama di HP mama. Alhamdulillah ada yang mau antar, bapaknya baik sekali, awalnya dia takut karena sebelum perumahan dan di jalan masuk perumahanku itu ada beberapa spot gelap, akhirnya dia meminta tolong sama temannya untuk ditemani. Aku bilang kalau memang takut, tidak usah diantarkan, ada ettanya juga yang kalau memang tidak ada driver, dia yang ke apotek. Cuma, bapaknya gak enak karena ini obat, pasti sangat dibutuhkan. Akhirnya, janjianlah ettanya ambil obat tersebut di depan Alfamart saja, takutnya kelamaan cari alamat nantinya. Sementara berkomunikasi sama driver, HP ettanya bunyi dan ternyata yang menelepon adalah driver yang dia pesan di HPnya sendiri, ternyata pesanannya diantarkan dan tidak tercancel. Daripada dapat dobel dan takutnya tidak kepake, akhirnya aku menelepon driver yang kupesan dan memberikan obat tersebut kepada yang membutuhkan saja, kan kasian kalau dia ke sini lagi, mana masih jauh. Dia berpesan agar siapa tau pihak aplikasi ojol tersebut menelepon dan bertanya apakah pesanan sudah selesai atau belum, aku jawab selesai, karena kalau tidak, bisa jadi dia langsung dipecat. Aku pun mengiyakan. Singkat cerita, obat tersebut dia berikan kepada pihak panti asuhan. Masya Allah, cara Allah membuat manusia bersedekah kadang memang di luar logika kita. Mungkin memang akunya kurang sedekah. Kembali ke Cawa, pas minum obat dia muntah, butuh 3 kali percobaan agar dia mau menelan obatnya. Alhamdulillah demamnya berangsur turun.

Ahad, 05 Mei 24: Sekitar setengah 5 subuh, Cawa terbangun dan langsung menangis keras tanpa sebab. Kami pun kaget. Berbagai cara dilakukan agar dia mau berhenti menangis, padahal matanya merem. Mungkin efek demamnya yang naik turun, kasihan. Akhirnya setelah menyusu, dia tertidur lagi. Pukul setengah 7, aku bangun utuk membuatkan bubur (pas mamanya lagi haid). Setelah itu, kembali ke tempat tidur untuk kasih ASI. Menjelang jam 7, aku ke dapur lagi untuk masukkan labu dan santan di buburnya, ternyata pemirsa si kompor tidak menyala alias gasnya habis. Astaghfirullah hampir setengah jam menunggu tanpa hasil. Alhamdulillah tempat pesan gas isi ulang langsung membalas dan bersedia mengantarkan secepatnya. Karena keterlambatan buburnya, Cawa nangis lagi karena biasanya jam 7 dia sudah sarapan, plus demamnya naik lagi. Ettanya memberi obat untum meredakan demam sambil menunggu buburnya matang. Alhamdulillah nafsu makan dan minum susunya Cawa tidak berubah, tetap lahap. Selesai dia makan, gantian kami berdua. Hari ini Cawa tidak mandi, pas BAB saja kami bersihkan pakai air hangat. Pas Ashar, ternyata panasnya naik lagi, kami pun memberi obat untuk ketiga kalinya. Syukurlah sampai malam ini panasnya tidak naik lagi. Semoga besok pun demam dan sakitnya sudah sembuh. Aamiin.

Senin, 06 Mei 24: Sekitar jam 3 lewat, aku terbangun untuk memeriksa suhu badan Cawa, qadarullah naik lagi. Akhirnya kubalurkan campuran bawang dan minyak telon lagi. Kuputuskan pula untuk izin tidak ke sekolah dulu. Pas bangun pagi, Alhamdulillah berangsur turun panasnya. Sekitar jam 8, pengasuhnya Cawa datang, aku pun melanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertunda. Hari ini Cawa tidak mandi dulu, kami hanya mengelapnya dengan tisu basah sebelum berganti pakaian. Alhamdulillah sampai malam tiba, demamnya tidak naik lagi.

Selasa, 07 Mei 24: Alhamdulillah mama berangkat kerja hari ini, suhu tubuhnya Cawa sudah normal kembali. Sedih sih nak, melihatmu selemas itu. Tapi gak apa, namanya baru pemulihan yah. Sehat-sehat anak sholehahnya mama etta.

Sabtu, 11 Mei 24: Cawa sudah mulai GTM. Perlu waktu beberapa lama agar dia menghabiskan makanannya. Tapi, aku batasi sampai 30 menit agar dia tidak bosan dan trauma. Insya Allah rencana mulai besok mau pijat beberapa bagian tubuhnya agar bisa mengatasi GTMnya. Katanya juga makan bersama orang tuanya bisa mengurangi GTMnya. Hari ini juga aku menyesal karena habis memarahi dia. Setiap kali saya masuk ke dalam atau keluar yang di luar jangkauan matanya, dia akan menangis keras, gak mau ditinggal. Padahal, aku tau kalau anak ini belum paham, tapi tetap saja kekesalan itu akhirnya keluar dalam bentuk omelan. Maafkan mama nak. Pas dia tidur, baru terasa penyesalan dan kasihannya, padahal dia hanya tidak mau jauh dari mamanya, mestinya bangga kan yah. Tapi yah itu dia, beberapa pekerjaan termasuk mandi terpaksa ditunda. Itu yang buat emosi. Astaghfirullah 😭

Rabu, 15 Mei 24: Alhamdulillah nemu rumus tak GTM lagi, yaitu jangan makan apapun atau nenen setengah jam sebelum makan berat. Pas buka IG juga ketemu sama postingan yang mengatakan bahwa salah satu mencegah GTM adalah menggunakan sedotan. Emang anak 7 bulan bisa pakai sedotan sendiri? Oh tentu tidak, aku membelikan gelas khusus yang kalau dipencet air akan naik ke sedotannya lalu masum ke mulut bayi. Alhamdulillah sejauh ini berfungsi rumus di atas. Oo iya tadi sempat shock juga karena pas pulang dari sekolah, pengasuhnya Cawa melapor kalau baru saja Cawa jatuh bersama strollernya. Jadilah jidatnya benjol. Ya Allah nak, semoga segera pulih sayang. Aamiin

Kamis, 19 Oktober 2023

Namamu, Cawa

Bismillahirrahmanirrahim
Andi Cawa Ainur Fauzan, nama yang merupakan hasil diskusi etta dan mama untukmu nak. Memiliki arti harapan indah kedua orang tuamu. Andi diambil dari keturunan ettamu, gelar bangsawan Bugis, lalu Cawa adalah bahasa Bugis yang berarti tertawa, bahagia, dan lesung pipit, yang ngepas sekali ternyata kamu juga punya lesung pipit. Ainur artinya cahaya, dari nama belakang mama atau nama kakekmu dan Fauzan artinya kesuksesan atau kemenangan sekaligus nama ettamu.

Nak, tanggal 25 September adalah sepekan setelah kamu lahir, bertepatan dengan pulangnya kamu dari rumah sakit setelah dirawat karena menelan air ketubanmu sendiri. Alhamdulillah 4 hari setelah mama pulang, kamu juga diizinkan pulang ke rumah oleh dokter dengan izin Allah. Tanggal 07 Oktober tepat 21 hari dari hari lahirmu, kami melaksanakan aqiqahmu nak. Dan kemarin, di tanggal 18 Oktober, tepat sebulan kelahiranmu, kami membawamu untuk imunisasi sekaligus melihat perkembanganmu. Alhamdulillah ala kulli hal, kamu full ASI dan massa badanmu bertambah 700 gram dari berat lahir, dari 2,8 kg menjadi 3,5 kg. Semoga kamu berhasil ASI eksklusif plus 2 tahun dan lancar serta berkah semuanya. Aamiin...

Pengalaman mama sebagai seorang ibu baru tentunya sangat banyak dan beragam nak. Memang, mental dan ilmu harus dikuat-kuatkan. Setiap ada yang datang melihatmu, komentar mereka membangun kepercayaan diri mama, tapi tak sedikit pula yang menjudge. Belum lagi segala teori yang mereka katakan, ada yang sependapat dan ada yang bertentangan. Sebagai ibu baru, anak pertama, tentunya mama tidak jauh dari kata 'latah' mengikuti mereka. Tapi, dengan beberapa saran dari orang yang mama percaya, plus hasil browsing di internet, ada beberapa yang mama ambil dan ada yang mama abaikan.

Apapun itu, pasti mama ingin yang terbaik untuk Cawa, begitu pula orang-orang di sekitar kita, mungkin saja hanya caranya yang berbeda.

Maka, jadilah orang yang selalu bahagia dan membahagiakan tanpa mengorbankan kebahagiaan sendiri. Jadilah cerah ketika mendung menyapa, dan jadilah semakin bersinar ketika cerah menghampiri, dalam artian baik tentunya.

JURNAL 11 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim Sabtu, 31 Agustus 24: Sekitar pukul setengah 9 malam, Cawa tidur setelah meminum susu dari botol susunya. Tapi, sek...