Selasa, 29 April 2025

MENGUNDURKAN DIRI

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini, saya akan menyambung cerita tentang pengunduran diriku dari Ar-Rahmah. Jadi, awal Agustus itu sudah ada berita tentang jadwal pendaftaran CPNS 2024. Saya dan suami akhirnya diskusi. Setelah mempertimbangkan ini itu, kami memutuskan mendaftar CPNS. Tak lupa, saya meminta izin secara lisan ke pimpinan di Ar-Rahmah, sekolah tempatku mengajar. Akhirnya, mereka memberikan saran agar saya langsung menghubungi ketua yayasan dan memasukkan surat secara tertulis. Setelah mengurus administrasi, saya akhirnya menghubungi ketua yayasan melalui chat WA. Alhamdulillah beliau merespon baik dan memberikan saran untuk memasukkan surat secara resmi ke yayasan. Beliau juga menyinggung tentang sertifikasi guru yang saat itu aku jalani. Sempat goyah di situ, apakah lanjut daftar atau tidak karena sebentar lagi sertifikasi juga. Saya pun menyampaikan ke suami dan dia tetap keukeuh memotivasi saya mendaftar.

Setelah surat resmi kumasukkan ke yayasan, mereka memberikan keputusan bahwa jabatan pimpinan saya (wakasek) dicabut dan menjadi guru biasa serta turun masa kerja selama 3 tahun. Itu memang konsekuensi yang harus saya hadapi di pilihan ini. Bismillah, akhirnya saya menjalani beberapa peran saat itu. Menjadi mahasiswa PPG untuk sertifikasi, belajar untuk seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS, guru, dan istri serta ibu. Terus terang, sungguh semuanya tidak mudah tetapi saya selalu memohon kepada Allah agar diberikan kemudahan dan kelancaran menghadapi semua kegiatan ini. Belajar SKD pun curi-curi waktu di jam tidur bayi dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Awalnya ingin mengikuti bimbel, tapi urung karena waktu yang saya miliki unpredictable. Akhirnya, belajar lewat buku dan youtube. Terima kasih yah untuk semua chanel itu.

Tibalah tanggal 07 November yang merupakan hari tes SKDku. Saya dapat sesi ke-4 atau pukul 15.30. Alhamdulillah tesnya barengan sama salah satu teman S1, teman geng tepatnya. Dia sebenarnya sudah P3K dosen di UNM, tapi berdasarkan saran dekannya, dia daftar PNS tahun ini. Saya ke kosnya pagi itu agar bisa barengan ke UNISMUH, tempat tes kami. Alhamdulillah, kami berdua lulus passing grade, tapi belum tahu apakah masuk perankingan atau tidak.

Selama kurang lebih hampir sebulan, pengumuman itu akhirnya tiba. Alhamdulillah kami masuk perankingan. Oo iya, saya program studi Fisika Sains dan dia Fisika Medis. Setelahnya, ada tahap wawancara, microteaching, dan tes SKB. Kami pun melanjutkan perjuangan belajar kembali. Wawancara dan microteaching dilaksanakan secara online, sedangkan SKB atau seleksi kompetensi bidang secara computer assisted test (CAT), sama saat tes SKD. Alhamdulillah dari 2 orang yang dibutuhkan jurusanku dan jurusannya, kami berdua masuk di 2 besar. Alhamdulillah PPG juga lulus, sertifikatnya malah sudah ada di rumah ini, cuma TPGnya tidak dapat karena saya resign. Yah, setelah pengumuman akhir lulus, suami menyarankan untuk resign. Selain agar dapat rehat sejenak dari kerjaan, saya juga dapat mendampingi tumbuh kembang Cawa sebelum kembali beraktifitas.

Sekarang, saya sudah mengisi daftar riwayat hidup dan sementara menunggu pengusulan NIP yang Insya Allah paling lambat di bulan Juni 2025. Semoga tidak mundur dan lancar-lancar semuanya hingga officially menjadi PNS. Aamiin.

Oo iya, sekalian saya sebutkan alasan mengapa saya daftar CPNS tahun ini:

1. Hasil diskusi dengan suami, kami berdua daftar meskipun dia belum lulus

2. Selama lulus S2, saya belum pernah daftar CPNS sekalipun, padahal tahun ini berdasarkan syarat administrasi, usia saya terakhir mendaftar. Jadi, lebih baik mencoba, siapa tahu takdirnya memang di situ

3. Saya ingat perkataan mama, "kenapa nda ada satupun anakku yang menjadi PNS, padahal kedua orang tuanya PNS", meskipun mama nda pernah maksa yah, bahkan tahun ini pun beliau tidak tahu jika saya mendaftar. Beliau kuberi tahu setelah lulus SKD. Itu hanya sejenis celetukan yang tiba-tiba kuingat

4. Sebagai perempuan, istri, dan ibu, saya membutuhkan pekerjaan yang Insya Allah stabil, aman, dan nyaman, serta semoga waktunya fleksibel untuk anak.

5. Dua dari 4 teman geng saat S1 menjadi dosen di UNM, jurusan yang sama tetapi prodi berbeda. Jadi, Insya Allah lingkungan mendukung. Anak MIPA juga terkenal relijius kan yah hehe...

6. Basic S1 dan S2 saya penelitian, kerjanya di lab, bahkan saat keterima di Ar-Rahmah, saya belajar kembali saking jarangnya mempelajari teori. Nah, di perguruan tinggi kan ada tridarma yah, yang artinya porsi pengajaran, penelitian, dan pengabdian sama. Sedangkan di bangku sekolah, yang ditekankan adalah pengajarannya, meskipun tetap ada penelitiannya sedikit.

7. Karirku di Ar-Rahmah saat itu adalah wakasek. Bukannya GR yah, tapi dengar-dengar tahun 2025 akan ada penggantian kepsek dan saya takut jika yang terpilih adalah saya. Terus terang, saya belum siap menjadi kepala sekolah. Hehe

Rabu, 23 April 2025

RAWAT INAP

Bismillahirrahmanirrahim

Di postingan sebelumnya, saya mencerikatan bagaimana Cawa muntaber dan asal mulanya lalu ke DSA dan diresepkan obat. Tapi ternyata di hari ke-5, tepatnya hari Senin 14 April, BABnya malah tidak ada perubahan, tetap diare. Yang berkurang frekuensinya bahkan hilang adalah muntahnya. Tapi di hari ke-5 setelah dari DSA itu, tiba-tiba dia muntah lagi. Ya Allah tak terbayangkan betapa lemasnya anak ini. Akhirnya setelah konsul via WA dengan DSA yang kemarin, ditelepon mertua juga diminta bawa ke UGD, dan meminta persetujuan ettanya (dia di kantor), akhirnya saya bawa ke UGD di RS yang sama dengan DSA yang menanganinya.

Saya tiba di UGD sekitar Pukul 16.30 dan langsung diperiksa oleh perawat dan dokter jaga yang bertugas saat itu. Singkatnya, dia harus rawat inap untuk diinfus agar cairan tubuh yang hilang bisa tergantikan plus memasukkan beberapa obat untuk memulihkan kondisinya. Akhirnya saya telepon mama dan mertua mengabarkan kondisi Cawa. Mereka akan ke Makassar untuk menemani, tapi satu dan lain hal, mertua tidak jadi datang.

Setelah menandatangani surat persetujuan, Cawa akhirnya diinfus dengan berbagai dramanya, eh cuma satu drama deng. Pas dia disuntik, Alhamdulillahnya langsung ketemu pembuluh venanya, jadi gak mesti ditusuk sana-sini. FYI, massa badannya sudah berkurang 1 kg semenjak kami datang ke DSA sebelumnya. Drama berikutnya adalah ketika dipindahkan ke kamar perawatan, dia gak nyaman dengan tangannya yang ada jarum infusnya. Jangankan anak kecil yah kalau ini, kita yang dewasa pun pasti gak nyaman. Jadilah sepanjang Maghrib itu dia rewel. Untungnya berjeda, jadi saya bisa shalat Maghrib dulu sebentar. Sekitar sejam kemudian, ettanya datang. Saya sampai lupa membawakan baju dan celana ganti buatnya. Hanya Allah yang Maha Tahu bagaimana hecticnya saya sebelum ke RS, jadi beberapa barang kelupaan dibawa.

Sekitar setengah 1 malam, Mama tiba dari Bone. Alhamdulillah. Tapi, malam itu tidak ada karpet karena saya gak sanggup bawa karena sendiri dan Mama lupa. Jadilah Ettanya Cawa tidur di lantai beralaskan sarung dari Mama. Saya dan Mama tidur di samping Cawa. Keesokan harinya, Mama dan Ettanya ke rumah ipar (istrinya adekku) di dekat RS untuk mengambil karpet. Itu sebenarnya karpet Mama yang dulu dibawa ke sana pas saya tinggal di rumah itu. Btw, ipar dan adikku di Bone, jadi rumah itu ditinggali oleh keluarganya ipar.

Di hari ke-2 kerewelan Cawa masih sama, apalagi jika ada perawat dan dokter yang datang visit. Bahkan cleaning service dan pengantar makanan yang datang pun, dia menangis. Mungkin trauma kali yah. Hari itu juga keluarga dari Karunrung datang menjenguk. Kondisi Cawa sudah lumayan membaik, bahkan Alhamdulillah nafsu makannya meningkat dan belum pernah BAB semenjak cairan dan obat masuk. Kalau kata dokternya, karena dia sudah tidak BAB di hari ke-2, itu artinya kondisinya sudah membaik, tetapi tetap harus tinggal sampai hari ke-4 karena obat anti infeksinya punya durasi tertentu.

Di hari ke-3, aku dibantu mama berinisiatif untuk menggunting baju yang digunakannya. Baju itu sudah 2 hari dia gunakan dan baunya sudah Subhanallah wkwkwkwk. Akhirnya kami ganti bajunya, tetapi lengannya gak kami masukkan satu, karena sangat sempit dimasukkan di jarinya yang berinfus. Alhamdulillah dia lumayan nyaman dengan kondisi itu. Rewelnya sudah jauh berkurang dan mulai diturunkan ke karpet. Dia bosan seharian di tempat tidur. Hari itu juga Cawa BAB untuk pertama kalinya setelah masuk RS dan sampelnya saya bawa ke lab untuk diperiksa (itu instruksi dari perawatnya). Alhamdulillah konsistensinya mulai padat, bukan air lagi.

Malam itu, ketika dokter visit dan melihat kondisi Cawa serta hasil labnya, beliau berkesimpulan bahwa jika jumlah BAB Cawa kurang atau sama dengan 3 kali sampai siang besok, maka dia boleh pulang ke rumah. Oo iya, hasil labnya menunjukkan ada bakteri di fesesnya. Tapi dokter sudah meresepkan anti biotik untuk itu. Oo iya, Cawa juga diperiksa sampel darahnya dan Alhamdulillah aman.

Keesokan harinya, dia tetap BAB seperti yang kemarin. Sekitar pukul 09.00, datanglah perawat ke kamar kami dan menginformasikan bahwa Cawa sudah boleh pulang, tetapi harus kontrol di hari Kamis depannya, 24 April. Setelah saya tanda tangan surat persetujuan dan diberikan anti biotik untuk diminum di rumah, maka pulanglah kami hari itu. Malamnya, Mama juga pulang ke Bone. Nah, karena saya tipe emak-emak yang traumaan, maka pas Cawa BAB di jam 4 Subuh, hebohlah saya. Ngasih bubur dan air putih biar cairan tubuhnya gak hilang, meskipun sebenarnya itu berlebihan hehe. Ettanya sampai bilang yah wajar anak ini BAB, yang gak wajar kalau frekuensinya sering, tidak usah panik katanya, biarkan Cawa istirahat dulu dengan baik. Iya sih, karena pas di rumah sakit kan tidurnya tidak senyenyak di rumah. Yang kayak begini yang buat ibu-ibu trauma. Anak sakit. 🥺

Sekedar informasi bagi siapapun yang membaca ini, jika anak diare, biasanya yang diberikan dokter itu prebiotik seperti L-Bio dan Zinc. Semuanya untuk kesehatan pencernaan serta menghentikan diare, tapi di kasus Cawa ternyata tidak ngaruh. Penyebabnya adalah bakteri yang ada di saluran cernanya. Oleh karena itu, dia harus diberikan anti biotik dan anti infeksi. Semuanya diperoleh di RS setelah mendapatkan hasil cek darah dan cek feses.

Sabtu, 12 April 2025

JURNAL 18 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim

Masya Allah, Tabarakallah akhirnya sampai di usia anakku yang ke-18 bulan dan bisa menulis kembali jurnalnya di sini. Btw, di usianya yang lewat 1 tahun kemarin, sepertinya sudah 3-4 kqli dia sakit. Entah demam flu batuk atau diare/muntaber. Dokter spesialis anak yang menanganinya pun mengatakan bahwa di usia tersebut memang sangat rentan terkena penyakit pencernaan karena biasanya apa-apa dimasukkan ke mulut, ingin mengeksplor lingkungan sekitar dengan lebih, ditambah nutrisi yang masuk ke dalan tubuhnya tidak mencukupi kegiatan tersebut.

Nah, hari ini dia muntaber yang kedua kalinya. Hari Kamis yang lalu, saya sudah bawa ke DSA dan diberikan obat anti mual, zinc, dan prebiotik lacto-B. Dari ciri-ciri muntabernya, dokter mengatakan bahwa penyebabnya adalah bakteri. Setelah hari ketiga, ternyata frekuensi BABnya semakin bertambah, syukurnya dia mau mengonsumsi air putih, oralit yang saya buat sendiri, nasi sedikit, dan sufornya. Oo iya, untuk sementara sufornya diganti dengan yang free laktosa. Tapi, sempat semalam sampai tadi pagi saya panik karena dia diare terus dan sangat lemas. Biasanya dia diare setelah konsumsi susunya, tapi mau menghentikannya sementara pun tidak bisa karena dia merengek minta susu. Akhirnya tetap diberikan dengan jumlah sedikit. Alhamdulillah untuk muntahnya sudah tidak hari ini, kecuali semalam pas minum zinc.

Pagi tadi, ettanya ke luar kompleks untuk mencarikan daun jambu sebagai pereda diare alami, sambil saya berikan oralit buatan sendiri dengan berbagai dramanya. Setelah minum oralit, saya berikan sari daun jambu untuk diminumnya, meski sempat menolak karena sepatnya. Alhamdulillah setelah minum sari daun jambu, dia lancar meminum oralitnya dan makan nasi dengan ikan sedikit.

Yang di atas hanya ringkasan yah. Hal yang sebenarnya terjadi adalah ada ibu-ibu yang hampir sepanjang malam dan pagi menangis karena melihat anaknya lemas akibat sakit. Biasanya dia sangat lincah dan suka bergerak. Selain itu, ada bapak-bapak yang juga tak kalah khawatirnya plus bingung, bagaimana cara menghentikan emaknya yang juga menangis. Begitulah suka duka menjadi orang tua baru. Semoga Cawa cepat pulih lagi keadaannya, kembali sehat dan ceria. Oo iya, sekarang saya full time mom untuk sementara, kqrena akhir Februari sudah resign dari Ar-Rahmah. Untuk alasannya, Insya Allah di postingan selanjutnya yah.

Jumat, 13 September 2024

JURNAL 11 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu, 31 Agustus 24: Sekitar pukul setengah 9 malam, Cawa tidur setelah meminum susu dari botol susunya. Tapi, sekitar setengah jam an kemudian, doi bangun dan muntah sekaligus BAB yang konsistensinya sangat encer. Fix dia muntaber, apalagi suhu badannya meningkat pas kupegang dahinya. Akupun menghubungi ettanya yang saat itu masih di kantor. Setiap tanggal 31 setiap bulan ettanya pulang jam 3an karena closing. Paniklah sayanya, mana sendiri lagi. Mau menghubungi tetangga juga segan malam malam begini, meskipun tetangganya baik sekali. Suami pun meminta agar Cawa diberi air putih banya-banyak dan kasih makan nasi. Saking paniknya, aku bilang nasinya habis, ettanya mengatakan kan bisa masak lagi. Astaghfirullan iya juga ya, kenapa malah pasrah sama keadaan. Yah tapi namanya orang panik ges. Alhamdulillahnya Cawa mau minum air banyak melalui botol susunya dan stop minum susu dl. Makannya pun lahap. Setelah Cawa bisa tidur, aku pun tidur juga, meskipun tetap waspada. Sekitar setengah 4, ettanya datang dari kantor, Cawa bangun lagi. Dia muntah dan BAB lagi. Kami pun memutuskan untuk bawa ke dokter anak sekitar jam 8 atau 9. Saat pagi, Alhamdulillah demamnya turun dan Cawa sudah makan, minum susu baik ASI maupun formula, dan tidak BAB lagi. Akhirnya kami memutuskan menunda dulu sambil tetap observasi dan memberinya air daun jambu biji. Alhamdulillah keadaannya semakin membaik hingga suhu badannya normal kembali dan aku pun bisa berangkat kerja hari Seninnya.

Ahad, 08 September 24: Hari ini ada resepsi pernikahan teman kantor, Alhamdulillah ada mobil kantor ettanya Cawa yang bisa kami gunakan ke sana. Pak Supri, security di kantor, dan istrinya yang merupakan pengasuhnya Cawa juga ikut di mobil beserta 1 anaknya. Alhamdulillah sepanjang resepsi Cawa gak rewel, bahkan si doi ikut foto bersama pengantin. Aku dan bundanya gantian buat makan. Setelah dari sana, kami antar Pak Supri sekeluarga ke rumahnya dan kami bertiga lanjut ke mall.

Rabu, 14 Agustus 2024

JURNAL 10 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu, 20 Juli 24: kami bawa Cawa imunisasi Campak, imunisasi dasar terakhirnya. Insya Allah berikutnya tinggal lanjutan dan PVC 1 kali. Dengan ditemani bundanya, kami berangkat sekitar Pukul 9 start dari sekolahku, karena ada agenda tahsin guru. Sampai di klinik, kami harus menunggu antrean. Saat itulah drama dimulai. Karena sudah masuk jam ngantuknya plus panas dan ribut, Cawa akhirnya rewel sebelum diimunisasi. Hal tersebut berlangsung hingga selesai diimunisasi, karena ditambah oleh rasa sakit setelah disuntik hehe. Tapi, setelah itu Alhamdulillah di perjalanan pulang dia bisa tidur.

Ahad, 21 Juli 24: Alhamdulillah Cawa nda demam pasca imunisasi, oleh karenanya kami bawa jalan makan di cafe sebagai bentuk family time. Berangkatnya setelah Ashar dan pulang setelah maghrib. Malamnya, ternyata dugaan kami keliru, Cawa demam. Akhirnya Senin saya izin tidak ke sekolah.

Rabu, 14 Agustus 24: Selasa sore, sebelum bundanya pulang, dia mengatakan kalau badannya Cawa agak hangat. Ternyata benar, sampai malam tiba suhunya semakin bertambah. Makan malamnya pun tak dihabiskan. Kami memberinya sirup pereda demam, ternyata Cawa muntah. Kami coba sampai 2 kali dan kejadiannya sama. Akhirnya, kami biarkan karena minum ASInya juga tidak berkurang, bahkan seolah haus terus. Dini hari, dia bangun untuk menyusu, tapi kami kasih sufor karena takutnya ASIku kurang. Ternyata, hal itu yang memicu dia muntah lagi. Kami pun melumuri badannya dengan campuran minyak telon dan bawang. Pagi harinya, aku izin tidak masuk sekolah, meskipun ada bundanya. Karena badannya masih demam, kami memutuskan memberikan obat lagi, obat semalam dimuntahkan semua. Alhamdulillah lancar. Akhirnya aku handle pekerjaan rumah dan bundanya menghandle Cawa. Si doi juga lebih milih bundanya dibanding mamanya, hehe. Alhamdulillah suhunya normal kembali.

Kamis, 15 Agustus 24: Pulang sekolah aku periksa kembali suhu badannya Cawa, ternyata demam lagi. Kami sepakat untuk tidak memberi obat dulu, cukup yang tradisional. Sepanjang malam, Cawa sering sekali terbangun ingin minum ASI plus rewel karena mungkin suhu tubuhnya yang agak tinggi. Aku pun minta izin kembali untuk tidak ke sekolah pada hari Jumat keesokannya. Alhamdulillah di pagi hari suhunya semakin turun dan akhirnya normal. Hari ini juga aku takjub, Masya Allah dia sudah bisa jalan 2-3 langkah sebelum jatuh 🥰

Senin, 08 Juli 2024

JIKA AKU BUKAN SEORANG IBU...

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan tahu apa itu karotenemia, DBF, kolik, push walker, baby walker, dan berbagai istilah yang sering bersinggungan dengan bayi

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan tahu bagaimana susahnya menahan diri membandingkan anak sendiri dan orang lain

Jika aku bukan seorang ibu, tak ada yang mampu membangunkanku tengah malam ketika dia lapar

Jika aku bukan seorang ibu, aku tidak akan mengerti beratnya menahan ego untuk menyelamatkan mental anak

Jika aku bukan seorang ibu, aku takkan ridho dengan perilaku anak yang tidak sesuai ekspektasiku

Ibu adalah gelar terbesar yang Allah titipkan untukku, selain menjadi istri

Ibu adalah peranan yang tidak akan pernah kusesali apapun yang terjadi

Ibu adalah penghargaan tertinggi yang kumiliki

Alhamdulillah Ya Allah

Ibu adalah aku, mamanya Cawa

Senin, 24 Juni 2024

JURNAL 9 BULAN CAWA

Selasa, 18 September 24: Alhamdulillah akhirnya 9 bulan usiamu nak. Kita lagi otw dari kampung ke Makassar, setelah lebaran Idul Adha. Kali ini neneknya mama yang menemani kita ke Makassar. Di mobil Alhamdulillah ketemu sama tetangga kampung plus tetangga di perumahan juga. Tapi, beliau sementara masih kerja di Surabaya, katanya bentar lagi pindah ke Makassar. Masya Allah pakai dibeliin minuman pula sama mereka. Jazakumullahu Khairan orang baik.

Rabu, 19 September 24: Hari pertama mama sekolah setelah libur Idul Adha. Ternyata, bunda Cawa izin hari ini karena gak ada yang anter ke rumah, suaminya lagi sakit. Jadilah tega gak tega mama titipin ke nenek. Alhamdulillah anteng sampai sore, dibantu sama tetangga pula buat menghubungi mama kalau seandainya Cawa nangis. Etta yang justru overthinking, akhirnya memperjuangkan buat pulang cepat. Hanya, mama jadi khawatir karena badannya Cawa banyak merah-merah. Akhirnya berpikir, ini gara-gara alergi makanan atau biker yah? Sambil mama observasi pas kasih makan

Kamis, 20 September 24: Alhamdulillah bunda Cawa sudah masuk. Pas sore hari saat mama pulang sekolah, kok merah-merahnya masih muncul yah. Mama jadi curiga sama ayam campuran buburnya Cawa. Jadinya, besoknya masih dikasih tapi dikurangi porsinya, sambil si merah-merah tadi diberikan bedak Cathrina Booth.

Jumat, 21 September 24: Masih muncul si merah-merah tadi, masalahnya dibarengi pula dengan gatal. Akhirnya, mama stop kasih ayam sam sekali. Alhamdulillah pas pulang sekolah, merahnya sudah jauh berkurang.

Sabtu, 22 September 24: Hari ini acara penerimaan rapor di sekolahnya mama, acara terakhir semester ini. Bundanya Cawa gak datang karena dia mesti ke sekolah juga terima rapor anaknya. Alhamdulillah mama juga akan pulang setelah shalat Dzuhur, lebih awal dari biasanya, jadi tetap dititip sama nenek. Awalnya mau dibawa ke sekolah, tapi mama gak tega sama Cawa. Alhamdulillah aman sampai mama pulang. Cawa anteng meski tetap pakai drama sedikit-sedikit. Kulit merah dan gatalnya pun sudah sembuh.

Senin, 24 September 24: Jadwal check up ke dokter anak di RSOJ Biringkanaya. Mama meminta bunda menemani, ternyata nenek juga mau ikut, biar jalan-jalan sedikit katanya, jangan di rumah terus, hehe. Akhirnya sampai RS sebelum jam 11, langsung melapor ke bagian pendaftaran dan ternyata dapat no. Urut 1. Setelah ditimbang massa badan dan diukur tingginya, kami pun menunggu di depan poli anak. Alhamdulillah dokternya sudah ada. Akhirnya, saya dan bunda membawa Cawa masuk. Karena massanya bertambah sekitar 200 gr, Insya Allah anaknya sehat-sehat, gak perlu periksa darah. Jadi, diberikan resep vitamin dengan tambahan curcuma untuk menghilangkan warna kuning di kulitnya akibat hiperbetakaroten. Kata dokter sudah lumayan berkurang, tapi diminta mengonsumsi vitamin yang diresepkan dulu selama sepekan dan kontrol lagi 1 Juli 2024.

Selasa, 25 September 24: Hari pertama Cawa minum curcuma yang diberikan dokter kemarin, ternyata dia tidak suka. Awalnya, saya kira akan sama dengan vitamin sebelumnya, lancar jaya minumnya, eh ini harus pakai drama. Pas kuicip, ternyata rasanya emang aneh haha. Khas rempah yang sampai nyegrak ke hidung. Cawa sampai nangis kejer. Akhirnya sisa yang dia gak minum aku masukkan ke gelas minumnya. Wah PR baru ini, bagaimana besok yah, padahal masih ada 5 bungkus 😀

Rabu, 26 September 24: Akhirnya sebelum minum curcuma, aku kasih dulu ke Cawa buat diicip sebelumnya. Tentu saja dia menolak. Akhirnya semua sisa curcuma kumasukkan ke gelas minumnya. Karena si bayi memang aktif, gelas minumnya yang belum kututup sempurna dia tumpahin, Allah 😫. Akhirnya minumnya gak full, hanya yang tersisa saja. Sisa bubuk yang masih ada di gelasnya kutambahkan air minum.

Kamis, 27 September 24: Hari ini dibantu sama ettanya kasih curcuma. Ettanya pakai pipet khusus bayi dan aku yang pegang Cawa. Tega gak tega kali ini dia mesti dipaksa. Alhamdulillah masuk sekitar 70%, 30% nya tumpah saat proses dimasukkan ke pipet dan saat Cawa nangis waktu dimasukkan ke mulutnya. Sekitar 5 menit dia nangis dan moodnya gak bagus. Tapi Alhamdulillah setelah mandi, moodnya kembali dan dilanjutkan rutinitasnya, minum susu lalu tidur.

Jumat, 29 September 24: Akhirnya kami memutuskan untuk memberhentikan penggunaan curcuma. Bukan karena Cawa tidak suka, tapi badannya merah-merah bentol setelah mengonsumsinya. Meskipun masih agak kuning, tapi kata dokter juga akan berhenti meskipun agak lama jika tidak mengonsumsi obat. Yah sudahlah, yang penting anaknya tetap sehat dan aktif, Alhamdulillah. Semoga seiring berjapannya waktu bisa sembuh total dari kuning akibat kelebihan karoten.

Minggu, 19 Mei 2024

JURNAL 8 BULAN CAWA

 Bismillahirrahmanirrahim...

Sabtu, 18 Mei 24: Alhamdulillah anak gadis mama 8 bulan. Sudah lincah ke sana ke mari jalur merangkak. Sudah sering ngomong "mmaa maaa, tthhaa tthhaa". Insya Allah bulan depan imunisasi campak yah nak.

Ahad, 19 Mei 24: Diajak jalan sama etta ke Maros, pas ada kerjaannya etta di sana dan memang Ahad waktu buat mama dan Cawa. Meski hanya jalan, mampir makan, lalu ke pasar, tapi momen itu gak boleh terlewatkan. Alhamdulillah, semoga panjang umur dan berkah semuanya, agar tetap konsisten jalan bersama di hari Ahad atau libur lainnya.

Selasa, 11 Juni 24: Ahad malam Senin, Cawa demam. Akupun berinisiatif memberikan pengobatan tradisional dulu, campuran bawang merah dan minyak telon yang dibalurkan ke seluruh badannya. Alhamdulillah demamnya reda keesokan harinya, tapi tetap saja aku minta izin gak masuk kerja dulu meskipun bundanya tetap masuk juga. Selepas demam, aku memperhatikan telapak tangan dan mukanya masih kuning (Ahad kemarin rencana dibawa ke dokter, tapi gak jadi karena sesuatu hal). Akhirnya aku dan ettanya memutuskan membawa Cawa ke klinik hari ini. Singkat cerita, dia dirujuk ke poli anak untuk mendapatkan penjelasan lengkap. Ternyata, Cawa menderita karetonemia, sebuah penyakit kelebihan beta karoten, jadi gak boleh dulu mengonsumsi segala bentuk sayuran merah, kuning, orange. Memang sih, kayaknya sudah sebulan Cawa setiap hari makan bubur dicampur labu. Dokter juga mempermasalahkan BBnya, di usia masuk 9 bulan Cawa harusnya sudah 7,5 kg katanya, ini maaih di 6,6 kg. Karenanya, kami diberikan resep MPASI dan asam folat oleh dokter, kemudian diminta kontrol kembali 2 pekan kemudian. Jika BBnya gak bertambah minimal 200 gr, Cawa mesti tes darah. Dokter khawatir jangan sampai dia anemia atau ISK. Ya Allah, sebagai seorang mama, hati ini kayak hancur mendengar penjelasan dokter. Rasanya belum maksimal menjadi seorang ibu. Yah Bismillah, semoga di tanggal 24 nanti massanya mencapai 7 kg atau di atas 7 kg. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Sabtu, 27 April 2024

JURNAL 7 BULAN CAWA

 Bismillahirrahmanirrahim

Sebenarnya, sudah lama perkembangan Cawa ingin kutuliskan dalam blog ini, tetapi yah itu, sikap menunda-nunda masih terus membayangi. Akhirnya pas kemarin scroll IG, ada ibu yang mencatat perkembangan anaknya secara harian, dalam sebuahbuku catatan. Nah hal tersebut menjadi motivasi yang membangkitkan kembali semangat yang sempat redup, Masya Allah.


Memasuki usia 7 bulan, Alhamdulillah dia sudah bisa duduk tegak, bersiap-siap merangkak. Berikut rincian yang masih saya ingat:

Selasa, 23 April 24: untuk pertama kalinya bisa "dada" saat orang tuanya pamit kerja

Jumat, 26 April 24: dijaga oleh nenekku pas saya kerja, soalnya pengasuhnya sakit, dan kata nenekku sepanjang hari Cawa malas minum susu formulanya, dia hanya mau makan saja. Akhirnya sisa susunya dicampur ke makanannya. Hehe kreatif.

Sabtu, 27 April 24: sudah bisa mengubah posis dari tengkurap ke duduk dengan cara mundur. Tapi anaknya selalu pengen ikut ke mamanya, yah mungkin menyadari mumpung tidak kerja kan. Saya memang membiasakan meskipun di rumah, Cawa tetap minum pake dot baik ASIP maupun sufor, pas jam setengah 5 atau lebih sedikit, dia baru boleh DBF. Sebagai latihan buatnya karena ritmenya seperti itu setiap hari. Takutnya malah dia tantrum kalau mau DBF pas siang-siang dan saya lagi di tempat kerja. Maafkan mama nak 😢

Ahad, 28 April 24: Alhamdulillah sudah bisa tepuk tangan. Tadi juga pas selesai maghrib dia nangis kejer, tiba-tiba saja begitu saat kusuapi, ternyata dia ngantuk dan jadilah setelah makan, nenen lalu tidur. Akibatnya, jam tidurnya mundur karena gak lama kemudian bangun lagi, lanjut main dan baru tidur setengah 10. Padahal biasanya, setengah 9 sudah gelisah mau tidur.

Senin, 29 April 24: Alhamdulillah udah merayap mundur dan langsung duduk.

Rabu, 01 Mei 24: Alhamdulillah hari ini bisa quality time sama Cawa dan ettanya karena hari libur nasional. Setelah Ashar kami memutuskan untuk ke mie titi, padahal sebelumnya pengen ke penjual es kelapa muda, tapi di tengah jalan tiba-tiba berubah haluan. Cawa yang tidur sekita 20 menitan setelah kami shalat Ashar, harus ditunggu bangun dulu agar perasaannya tenang. Alhamdulillah hari ini dia bebas tangisan di tempat umum, meskipun hampir 😬. Sepertinya memang dia harus sering dibawa jalan keluar agar tahu bahwa di dunia ini ada banyak penduduk 🤭.

Sabtu, 04 Mei 24: Cawa demam, ketauannya jam 5 lewat, menjelang Maghrib. Ini pertama kalinya dia demam selain imunisasi. Nah kalau pasca imunisasi kan jelas yah penyebabnya, kalau ini belum tau kenapa bisa demam, makanya langsung khawatir. Ternyata menjelang tengah malam, panasnya tidak turun. Ettanya pun inisiatif membelikan obat penurun panas di apotek melalui aplikasi ojol. Sedangkan mamanya sibuk gendong si anak sambil menelepon mama aji bertanya obat apa yang biasanya diberikan saat bayi demam. Di salah satu grup WA juga mama bertanya. Dari dua sumber itu, ada satu solusi yang sama, yaitu membalurkan minyak telon+bawang merah ke tubuh bayi. Sambil menunggu obatnya, perlakuan tradisional itupun kami kerjakan, meskipun ettanya berkali-kali protes karena baunya kurang enak. Tidak lama kemudian, etta mengatakan kalau tidak ada driver yang bisa mengantarkan obat itu. Akhirnya, mama pesan melalui aplikasi yang sama di HP mama. Alhamdulillah ada yang mau antar, bapaknya baik sekali, awalnya dia takut karena sebelum perumahan dan di jalan masuk perumahanku itu ada beberapa spot gelap, akhirnya dia meminta tolong sama temannya untuk ditemani. Aku bilang kalau memang takut, tidak usah diantarkan, ada ettanya juga yang kalau memang tidak ada driver, dia yang ke apotek. Cuma, bapaknya gak enak karena ini obat, pasti sangat dibutuhkan. Akhirnya, janjianlah ettanya ambil obat tersebut di depan Alfamart saja, takutnya kelamaan cari alamat nantinya. Sementara berkomunikasi sama driver, HP ettanya bunyi dan ternyata yang menelepon adalah driver yang dia pesan di HPnya sendiri, ternyata pesanannya diantarkan dan tidak tercancel. Daripada dapat dobel dan takutnya tidak kepake, akhirnya aku menelepon driver yang kupesan dan memberikan obat tersebut kepada yang membutuhkan saja, kan kasian kalau dia ke sini lagi, mana masih jauh. Dia berpesan agar siapa tau pihak aplikasi ojol tersebut menelepon dan bertanya apakah pesanan sudah selesai atau belum, aku jawab selesai, karena kalau tidak, bisa jadi dia langsung dipecat. Aku pun mengiyakan. Singkat cerita, obat tersebut dia berikan kepada pihak panti asuhan. Masya Allah, cara Allah membuat manusia bersedekah kadang memang di luar logika kita. Mungkin memang akunya kurang sedekah. Kembali ke Cawa, pas minum obat dia muntah, butuh 3 kali percobaan agar dia mau menelan obatnya. Alhamdulillah demamnya berangsur turun.

Ahad, 05 Mei 24: Sekitar setengah 5 subuh, Cawa terbangun dan langsung menangis keras tanpa sebab. Kami pun kaget. Berbagai cara dilakukan agar dia mau berhenti menangis, padahal matanya merem. Mungkin efek demamnya yang naik turun, kasihan. Akhirnya setelah menyusu, dia tertidur lagi. Pukul setengah 7, aku bangun utuk membuatkan bubur (pas mamanya lagi haid). Setelah itu, kembali ke tempat tidur untuk kasih ASI. Menjelang jam 7, aku ke dapur lagi untuk masukkan labu dan santan di buburnya, ternyata pemirsa si kompor tidak menyala alias gasnya habis. Astaghfirullah hampir setengah jam menunggu tanpa hasil. Alhamdulillah tempat pesan gas isi ulang langsung membalas dan bersedia mengantarkan secepatnya. Karena keterlambatan buburnya, Cawa nangis lagi karena biasanya jam 7 dia sudah sarapan, plus demamnya naik lagi. Ettanya memberi obat untum meredakan demam sambil menunggu buburnya matang. Alhamdulillah nafsu makan dan minum susunya Cawa tidak berubah, tetap lahap. Selesai dia makan, gantian kami berdua. Hari ini Cawa tidak mandi, pas BAB saja kami bersihkan pakai air hangat. Pas Ashar, ternyata panasnya naik lagi, kami pun memberi obat untuk ketiga kalinya. Syukurlah sampai malam ini panasnya tidak naik lagi. Semoga besok pun demam dan sakitnya sudah sembuh. Aamiin.

Senin, 06 Mei 24: Sekitar jam 3 lewat, aku terbangun untuk memeriksa suhu badan Cawa, qadarullah naik lagi. Akhirnya kubalurkan campuran bawang dan minyak telon lagi. Kuputuskan pula untuk izin tidak ke sekolah dulu. Pas bangun pagi, Alhamdulillah berangsur turun panasnya. Sekitar jam 8, pengasuhnya Cawa datang, aku pun melanjutkan pekerjaan rumah yang sempat tertunda. Hari ini Cawa tidak mandi dulu, kami hanya mengelapnya dengan tisu basah sebelum berganti pakaian. Alhamdulillah sampai malam tiba, demamnya tidak naik lagi.

Selasa, 07 Mei 24: Alhamdulillah mama berangkat kerja hari ini, suhu tubuhnya Cawa sudah normal kembali. Sedih sih nak, melihatmu selemas itu. Tapi gak apa, namanya baru pemulihan yah. Sehat-sehat anak sholehahnya mama etta.

Sabtu, 11 Mei 24: Cawa sudah mulai GTM. Perlu waktu beberapa lama agar dia menghabiskan makanannya. Tapi, aku batasi sampai 30 menit agar dia tidak bosan dan trauma. Insya Allah rencana mulai besok mau pijat beberapa bagian tubuhnya agar bisa mengatasi GTMnya. Katanya juga makan bersama orang tuanya bisa mengurangi GTMnya. Hari ini juga aku menyesal karena habis memarahi dia. Setiap kali saya masuk ke dalam atau keluar yang di luar jangkauan matanya, dia akan menangis keras, gak mau ditinggal. Padahal, aku tau kalau anak ini belum paham, tapi tetap saja kekesalan itu akhirnya keluar dalam bentuk omelan. Maafkan mama nak. Pas dia tidur, baru terasa penyesalan dan kasihannya, padahal dia hanya tidak mau jauh dari mamanya, mestinya bangga kan yah. Tapi yah itu dia, beberapa pekerjaan termasuk mandi terpaksa ditunda. Itu yang buat emosi. Astaghfirullah 😭

Rabu, 15 Mei 24: Alhamdulillah nemu rumus tak GTM lagi, yaitu jangan makan apapun atau nenen setengah jam sebelum makan berat. Pas buka IG juga ketemu sama postingan yang mengatakan bahwa salah satu mencegah GTM adalah menggunakan sedotan. Emang anak 7 bulan bisa pakai sedotan sendiri? Oh tentu tidak, aku membelikan gelas khusus yang kalau dipencet air akan naik ke sedotannya lalu masum ke mulut bayi. Alhamdulillah sejauh ini berfungsi rumus di atas. Oo iya tadi sempat shock juga karena pas pulang dari sekolah, pengasuhnya Cawa melapor kalau baru saja Cawa jatuh bersama strollernya. Jadilah jidatnya benjol. Ya Allah nak, semoga segera pulih sayang. Aamiin

Kamis, 19 Oktober 2023

Namamu, Cawa

Bismillahirrahmanirrahim
Andi Cawa Ainur Fauzan, nama yang merupakan hasil diskusi etta dan mama untukmu nak. Memiliki arti harapan indah kedua orang tuamu. Andi diambil dari keturunan ettamu, gelar bangsawan Bugis, lalu Cawa adalah bahasa Bugis yang berarti tertawa, bahagia, dan lesung pipit, yang ngepas sekali ternyata kamu juga punya lesung pipit. Ainur artinya cahaya, dari nama belakang mama atau nama kakekmu dan Fauzan artinya kesuksesan atau kemenangan sekaligus nama ettamu.

Nak, tanggal 25 September adalah sepekan setelah kamu lahir, bertepatan dengan pulangnya kamu dari rumah sakit setelah dirawat karena menelan air ketubanmu sendiri. Alhamdulillah 4 hari setelah mama pulang, kamu juga diizinkan pulang ke rumah oleh dokter dengan izin Allah. Tanggal 07 Oktober tepat 21 hari dari hari lahirmu, kami melaksanakan aqiqahmu nak. Dan kemarin, di tanggal 18 Oktober, tepat sebulan kelahiranmu, kami membawamu untuk imunisasi sekaligus melihat perkembanganmu. Alhamdulillah ala kulli hal, kamu full ASI dan massa badanmu bertambah 700 gram dari berat lahir, dari 2,8 kg menjadi 3,5 kg. Semoga kamu berhasil ASI eksklusif plus 2 tahun dan lancar serta berkah semuanya. Aamiin...

Pengalaman mama sebagai seorang ibu baru tentunya sangat banyak dan beragam nak. Memang, mental dan ilmu harus dikuat-kuatkan. Setiap ada yang datang melihatmu, komentar mereka membangun kepercayaan diri mama, tapi tak sedikit pula yang menjudge. Belum lagi segala teori yang mereka katakan, ada yang sependapat dan ada yang bertentangan. Sebagai ibu baru, anak pertama, tentunya mama tidak jauh dari kata 'latah' mengikuti mereka. Tapi, dengan beberapa saran dari orang yang mama percaya, plus hasil browsing di internet, ada beberapa yang mama ambil dan ada yang mama abaikan.

Apapun itu, pasti mama ingin yang terbaik untuk Cawa, begitu pula orang-orang di sekitar kita, mungkin saja hanya caranya yang berbeda.

Maka, jadilah orang yang selalu bahagia dan membahagiakan tanpa mengorbankan kebahagiaan sendiri. Jadilah cerah ketika mendung menyapa, dan jadilah semakin bersinar ketika cerah menghampiri, dalam artian baik tentunya.

Rabu, 20 September 2023

LAHIR

Bismillahirrahmanirrahim

Nak, hari itu Senin, 18 September 2023, hari terakhir mami periksa sebelum melahirkan. Dokter sudah bilang pas mami periksa di tanggal 6 September bahwa sakit tidak sakit mami harus ke klinik buat melahirkan, karena sudah tiba waktunya. Akhirnya, di hari itu dengan ditemani 2 mobil, satu mobil temannya etta yang dipinjam sama etta untuk bawa kita ke klinik, satunya lagi mobil Ayahnya Duratu, adeknya mami yang hari itu juga mengantar kita.

Pas sampai di klinik, mami diminta USG ulang untuk memastikan posisi kamu di rahim. Betapa panik mami, etta, dan mama aji yang saat itu menemani kita di ruangan USG bahwa di rahim mami air ketubannya berlebih, posisimu tidak pada posisi yang seharusnya untuk melahirkan normal, padahal selama kita periksa, posisimu normal terus nak. Bahkan di saat USG terakhir, dokter bilang kamu tinggal tunggu launchingnya, posisi kepala sudah pada tempat yang seharusnya, meskipun belum masuk panggul. Qadarullah, inilah yang terjadi nak, hari itu 18 September 2023, Alhamdulillah kamu lahir dengan selamat melalui operasi sesar pada Pukul 14.30. Eh salah, bukan hanya kamu yang lahir nak, tapi juga aku lahir sebagai mami, suami mami sebagai etta, mama aji dan emmi sebagai nenek, bapak aji sebagai kakek, dan yang berhubungan denganmu semuanya berubah status hari itu. Kecuali bapak mertua mami atau kakekmu, beliau sudah berpulang ke Rahmatullah pada tahun lalu, tanggal 09 Juli 2022. Beliau tidak sempat melihatmu nak, padahal kamu adalah cucu pertama dari pihak ettamu. Qadarullah...

Sekarang, mami masih ada di ruang perawatan nak, kamu di ruang perawatan bayi karena kamu menelan air ketubanmu sendiri. Kita belum pernah bertemu, mami kangen sekali. Etta juga sudah balik Makassar karena cutinya hanya sehari. Beliau juga rindu sekali denganmu. Semoga kita berdua segera pulih dan kemudian bisa bersama seperti mami dan anak seharusnya. Insya Allah besok Kamis mami akan pulang ke rumah, sepertinya kamu masih dirawat dulu nak. Tidak apa yah kita LDR sementara, demi kesembuhan dan kesehatanmu. Terima kasih sudah hadir sebagai anak mami dan etta, Alhamdulillah Ya Allah. Semoga kita bisa segera berkumpul di rumah yah nak.

Kamis, 13 April 2023

KEHIDUPAN BARU

Bismillahirrahmanirrahim

Salah satu tujuan dari pernikahan adalah menjaga keturunan. Alhamdulillah di usia pernikahan kami yang ke-9 bulan, Allah menganugerahkan kehidupan baru di rahimku. Sebuah keajaiban yang membuat kami begitu bersyukur Allah menghadirkannya. Beberapa bulan sebelumnya janin itu sempat hadir di rahimku, tapi ternyata tidak berkembang dengan baik. Akhirnya atas saran dari dokter, janin itu digugurkan. Setelah peristiwa itu, kami tetap berdoa dan berusaha agar diberikan amanah kembali, meskipun memang belum secara khusus mengikuti program hamil. Alhamdulillah, Allah kabulkan dan sekarang, dia sudah masuk usia 5 bulan. Masya Allah, menyadari ada kehidupan baru di rahimku, perasaan ini susah dijelaskan. Semoga Allah memberikan kesehatan dan keselamatan hingga lahiran nanti dan setelahnya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Insya Allah sampai jumpa bulan 9 nakkk di dunia ini...
Kami siap menyambutmu dengan segenap syukur dan upaya terbaik.
Insya Allah

Senin, 26 Desember 2022

LANJUTAN DIA DATANG (LAGI)

Bismillahirrahmanirrahim...

Masih ingat postinganku sekitar Oktober 2021? Yup, tentang seseorang yang datang bertamu kembali, lalu menawarkan itikad baik yaitu pernikahan. Alhamdulillah melalui serangkain proses yang lumayan panjang dan diskusi dengan pihak keluarga, akhirnya kami menikah tepat 09 Maret 2022. Dan sekarang kami masih sementara belajar memahami satu sama lain.

Jarak pertemuan kami kembali sampai menikah adalah sekitar 6 bulan. Cukup singkat kubilang. Dan perkenalan itu dilanjutkan setelah menikah. Benar-benar mulai dari awal lagi. Belum lagi, menginjak 2 bulan usia pernikahan kami, bapaknya atau mertuaku masuk RS karena menderita gagal ginjal, ada pembengkakan kelenjar yang mengakibatkan fungsi ginjal terganggu. Kurang lebih 2 bulan kemudian, tepat malam Idul Adha, mertuaku meninggal dunia. Mertua yang begitu baik, yang menyambutku dengan hangat, yang bangga akan kehadiranku sebagai menantunya. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat terbaik-Nya. Aamiin.

Kehilangan ayahnya membuat suamiku sangat terpukul, tapi di sisi lain kedewasaannya muncul. Kesadaran bahwa tanggung jawab ayahnya kini turun kepadanya tumbuh sangat besar. Dia yang dahulu lumayan cuek, lambat-laun lebih perhatian kepada adik, kakak, dan ibunya yang semuanya perempuan.

Hubungan kami yang awalnya juga sering berdebat lama kelamaan mulai saling memahami satu sama lain. Semoga Allah menjaga cinta ini, dalam cinta-Nya. Mertua dan ipar-iparku pun baik semua, Alhamdulillah. Menginap beberapa hari di rumah mertua yang menurut orang menakutkan, justru menyenangkan bagiku. Semoga seterusnya seperti ini. Saya yang agak susah berbaur dengan orang, merasakan kehangatan sebuah keluarga baru yang dengan tulus menerimaku. Izinkan kami menjadi anak-anak yang berbakti dan menjadi salah satu jalan kebahagiaan orang tua dan mertua kami Ya Allah. Aamiin Ya Rabbal Alamin 🤲

Oo iya, Jazakallah Khaiir untuk salah seorang sahabat SMA kami yang Allah takdirkan menjadi perantara, semoga Allah memberikan keberkahan dalam rumah tangganya

RANGKUMAN MATERI 7 KELAS PRA-NIKAH

 • Gangguan ghoib bisa dikenali dari ciri-cirinya, potensi celah gangguan ghoib dalam diri dan mengecek langsung dengan terapi.

• Ciri-ciri misalnya adalah sering pusing, sering nyeri, kaku dan berat di persendian, sakit perut atau ulu hati, dengan frekuensi yang sering dan durasi lama, kurang fokus, sering mimpi yang menakutkan atau bahkan "menyenangkan", mudah tersinggung, malas, sering ketindihan, merasa ada yang mengikuti, sering mendengar letupan dari atap, sering lupa jumlah rakaat sholat, sulit bangun pagi, sering batal saat wudhu, sulit menjalankan ibadah ramadhan, gagal dalam berdagang, sering gagal menikah. Jika hanya 1 atau 2 gangguan bisa jadi karena masalah kesehatan

• Potensi celah gangguan: dari faktor benda di sekitar kita misalnya penangkal gangguan yang ditanam oleh keluarga, jimat, minuman atau makanan yang masuk ke tubuh kita, pedang, cincin, benda-benda antik/kuno, dekorasi bangunan,dll, dari faktor prilaku misalnya mengonsumsi ramuan tertentu yang dibuat oleh dukun, dari bela diri atau tenaga dalam, mengamalkan wirid tertentu di tempat, waktu, dan benda tertentu meskipun tidak secara general, tapi kita hanya melaksanakan tindakan preventif

• Solusi gangguan ghoib: ikhtiar sendiri untuk mengatasinya (memperbanyak dzikir, terapi baca Surah Al-Baqarah, istighfar, tahlil, ruqyah mandiri)

• Adab ruqyah mandiri: dianjurkan sholat 2 rakaat sebelumnya, khusyu, membaca istighfar, membaca doa untuk memohon perlindungan kepada Allah, bertabarruq dengan membaca beberapa ayat dari Al-Quran, berdakwah kepada makhluk yang mengganggu kita meminta mereka bertaubat kepada Allah sambil menyebutkan lokasi di mana gangguan itu kita rasakan lalu membacakan Surah Al-Baqarah: 148 dan Al-Imran:78 lalu kita perintahkan kepada mereka untuk memutuskan ikatan sihir yang membelenggu mereka kemudian mengajak mereka bersyahadat dan didoakan agar menjadi jin yang sholeh

• Ada pula ruqyah yang bisa dilakukan dengan terapis

RANGKUMAN MATERI 6 KELAS PRA-NIKAH

 • Hukum pernikahan: menikah adalah syari'at Allah. Hukumnya:dianjurkan (jika mampu untuk memberikan nafkah dan sudah mau berhubungan seksual, memiliki niat untuk memakmurkan bumi dengan keturunan sholeh sholehah), tidak dianjurkan (belum mampu memberi nafkah, jika sudah ingin berhubungan intim maka sebaiknya berpuasa sampai Allah memampukan), makruh (belum butuh jima', belum mampu memberikan nafkah, sudah tua, memiliki penyakit menahun), mubah (memiliki penyakit tapi besar kemungkinan sembuh, mampu memberi nafkah), wajib (sudah sangat ingin berhubungan intim dan jika tidak menikah dikhawatirkan akan merusak), haram (suka menyiksa pasangan)

• Hak dan kewajiban suami istri terbagi 3: kewajiban suami atau hak istri(memberi mahar, memberi nafkah, menyediakan sandang pangan dan papan), kewajiban istri atau hak suami(menaati suami selagi bukan maksiat, selalu meminta izin kepada suami, membantu suami dalam urusan rumah tangga), hak keduanya (bercumbu, memperlakukan pasangan dengan baik, hak waris, mendidik anak)

• Khitbah: menyampaikan tujuan dengan jelas untuk meminang seorang wanita, prosesnya ke akad tidak terlalu lama. Hukumnya boleh (jumhur ulama), sunah (mazhab Syafi'i). Konsekuensi khitbah: perempuan yang sudah dilamar dan diterima, maka tidak boleh dilamar oleh pria lain. Saat khitbah, kedua belah pihak harus jujur, kecuali dosa masa lalu yang sudah ditutupi oleh Allah dan sudah bertaubat

• Akad nikah: kesepakatan menikah antara wali perempuan dan calon suami. Syarat sah menikah: wali perempuan, calon suami, ijab qobul, 2 saksi, mahar. Pembacaan Al-Quran tidak bisa dijadikan mahar, karena mahar adalah sesuatu yang khusus

• Walimah: mengumumkan kepada khalayak tentang status baru sebagai suami istri. Jika ada keterbatasan dana dan keadaan, maka bisa diumumkan lewat sosial media atau menyelenggarakan walimah yang sederhana

• Talak: talak yang bisa dirujuk adalah talak 1 dan talak 2. Ketentuan talak: istri tidak sedang haid, tidak sedang hamil, tidak disetubuhi saat sucinya, tidak butuh saksi, istri harus tahu bahwa telah ditalak. Konsekuensi talak adalah masa iddah perempuan; laki-laki harus memberi nafkah di masa itu, atau ketika hamil, suami wajib memberikan nafkah kepada istri sampai melahirkan, mahar harus dituntaskan jika masih ada utang ke pihak istri, disunahkan memberi mut'ah

• Khulu': hak istri untuk mengajukan cerai, dengan syarat memberi harta tebusan dari mahar yang pernah diberikan suami (boleh dicicil). Syarat: ada tergugat (suami), ada penggugat (istri), ada harta tebusan, ada yang ditebus yaitu diri istri sendiri

• Fasakh: pembatalan pernikahan yang dilakukan karena memiliki sebab, misal ada kebohongan yang tidak bisa diterima oleh salah satu pihak. Dalam fasakh, harus ada sebab, tidak ada masa iddah, tidak ada tebusan, tidak ada janda atau duda, tidak saling mewarisi

RANGKUMAN MATERI 5 KELAS PRA-NIKAH

Ketika masih sendiri, masalah yang kita hadapi berkutat dan berpusat ke diri pribadi. Tapi jika telah berumah tangga, maka masalah yang akan muncul bisa bersumber dari tetangga, mertua, keluarga besar suami, ipar, suami, dll. Oleh karenanya, dalam memilih pasangan sangat diharapkan untuk melibatkan Allah, mengenal dengan baik pasangan kita. Permasalahan dalam rumah tangga tidak akan pernah bisa dihindari, tapi paling tidak bisa diminimalisir dari awal. Banyak orang yang terburu-buru dalam memutuskan pilihan, tidak berusaha mencari tahu siapa calon pasangan kita.

Istikharah sendiri dilakukan bukan hanya ketika akan memilih salah satu dari 2 orang, tetapi bisa juga memilih ya atau tidak untuk 1 pilihan. Dengan istikharah, kita melibatkan Allah dalam setiap pilihan, hingga diharapkan tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Dalam memilih pasangan, ada 4 hal primer yang mesti diperhatikan yaitu agama dan akhlaknya (ini 1 paket), belum pernah menikah atau sudah pernah menikah, nasab, dan sekufu (sosial dan ekonomi). Sedangkan masalah sekunder lebih ke fisik, menyenangkan jika dipandang (cantik/ganteng versi diri sendiri, bukan secara umum), sesuai dengan kepribadian. Adabnya, setujui terlebih dahulu hal sekundernya baru kemudian primernya, agar jika harus ditolak, tidak melahirkan penyesalan. Takutnya kita cocok dengan agamanya, tapi pas dipertemukan, justru menolak karena parasnya. Terakhir, hal pertama yang harus kita lakukan sebelum memilih jodoh adalah perbaiki diri terlebih dahulu, karena yang baik Insya Allah akan dipertemukan juga dengan yang baik.

RANGKUMAN MATERI 4 KELAS PRA-NIKAH

Akhlak juga berpengaruh terhadap jodoh kita, di antaranya akhlak kepada Allah yaitu melaksanakan perintah-Nya sesegera mungkin, menjauhi larangan-Nya sebisa kita. Akhlak kepada orang tua, memperlakukan mereka dengan sopan, selama bukan untuk maksiat, maka turuti kemauan orang tua. Akhlak kepada diri sendiri, yaitu berpakaian yang pantas, menjaga kebersihan, merawat diri, meminimalisir kekurangan dengan memaksimalkan kelebihan yang dimiliki. Selanjutnya, akhlak kepada orang lain di sekitar kita, bisa jadi dengan akhlak yang baik maka orang lain akan merekomendasikan kita kepada kerabatnya yang sedang mencari jodoh juga, yang tentunya memiliki akhlak baik pula


Barokah artinya bertambahnya kebaikan. Dalam berumah tangga, segala permasalahan yang kita hadapi, segala rejeki, segala kemudahan, diharapkan memberikan dapat menambah keberkahan. Maka jangan pernah merusaknya dengan niat dan langkah yang salah, misalnya pacaran, membuka hijab, terlalu longgar dalam interaksi dengan lawan jenis. Sebelum sah, sebelum akad, kita masih dua orang yang bukan mahram. Lamaran hanya menandakan bahwa niat kita serius untuk melangkah ke jenjang selanjutnya yaitu pernikahan dan sebagai penanda bahwa kita tidak boleh dilamar oleh orang lain.

Ta'aruf artinya mengenal, dalam hal ini secara personal. Bedanya dengan pacaran, ta'aruf punya waktu yang jelas, pembicaraan yang jelas, dan pertemuan yang tidak hanya melibatkan 2 orang. Saat ta'aruf, silakan dikemukakan semua hal yang nanti akan berpengaruh di kehidupan pernikahan, misal domisili setelah menikah, pandangan tentang poligami, kewajiban sebagai anak, penghasilan, dll. Ikhtiar memperoleh jodoh bisa diperoleh dari mana saja, misal guru/murobbi, teman, keluarga, kenalan jauh, dll. Kita boleh mengajukan diri kepada orang yang kita suka, sudah siap menikah dan orang tuanya setuju. Boleh juga masuk ke komunitas tertentu yang kita inginkan jodohnya berasal dari komunitas itu. Sebagai perempuan, jika mengajukan diri berarti harus punya nyali lebih jika tidak diterima. Salah satu cara elegan adalah menanyakan melalui perantara orang lain yang amanah dan mengenal kedua belah pihak.

RANGKUMAN MATERI 3 KELAS PRA-NIKAH

Faktor penghalang jodoh dikelompokkan dalam 3 bagian besar:

• Faktor psikologi: memiliki kriteria yang terlalu perfect, ingin berkarier dulu, ingin mapan dulu, minder, takut akan tanggung jawab baru, kurang persiapan

• Faktor dosa dan kedzoliman: syirik, suka menunda-nunda ibadah, orang tua tdk ridho karena kita sering membangkang/tidak nurut, dendam dengan orang lain yang pernah menyakiti, rezeki yang tidak halal, berzina. Jika ada salah satu yang kita lakukan, maka tobatlah sebenar-benarnya dan berjanji tidak mengulanginya lagi

• Faktor gangguan ghoib: dari awal syetan sudah berjanji untuk menggoda dan mengganggu manusia, baik secara langsung maupun "kiriman" orang yang sakit hati dengan kita. Salah satu contohnya adalah menghalangi jodoh kita, membuat aura kita tertutup, tidak menarik, mudah emosi, jarang mandi, sehingga berkali-kali gagal ta'aruf dan menikah. Jika seperti ini, boleh melakukan ruqiyah dengan bantuan orang lain, tentu saja yang dimaksud adalah ruqiyah syar'iyah.

RANGKUMAN MATERI 2 KELAS PRA-NIKAH

Jodoh adalah salah satu rejeki dari Allah yang harus diperjuangkan dengan tetap meyakini bahwa takdir adalah hak prerogatif Allah. Jika ikhtiar dan doa telah dimaksimalkan, dan jodoh belum datang, bisa jadi tawakal kita yang masih kurang, keyakinan kita kepada Allah yang harus ditambahkan, bisa jadi pula itu ujian dari Allah untuk meneguhkan kita

Ketika kita memiliki jodoh pilihan yang berbeda dengan orang tua, maka perjuangkan di depan mereka semaksimal mungkin, berdoa agar mereka dilembutkan hatinya, tetap memaksimalkan doa

Ketika orang tua tetap tidak setuju, maka lihatlah jodoh yang diinginkan orang tua kita. Meski awalnya belum ada rasa, tetapi jika agama dan akhlaknya baik, maka Bismillah kita membuka hati, sambil sholat istikhoroh

Yang harus dilakukan saat kehilangan seseorang/patah hati adalah yakin bahwa Allah memberikan ujian untuk mendewasakan kita, berhenti stalking dengan dia, membaca doa move on, fokus memperbaiki diri, menyibukkan diri dengan hal positif, meyakini bahwa Allah pasti memberikan ganti yang lebih baik

RANGKUMAN MATERI 1 KELAS PRA-NIKAH

Bismillah

Di tahun 2021 bulan Maret, saya mengikuti kelas online pra-nikah. Qadarullah, tepat setahun yaitu di bulan Maret 2022, Allah menghadirkan seseorang yang menjadi suami saya sekarang. Alhamdulillah. Beberapa rangkuman materi pra-nikahnya akan saya share di blog ini. Tapi menurutku, teori 30%, praktik tetap 70% 😀

Yuk Bismillah!!!

Persiapan yang paling utama saat akan menikah adalah mental diri, bersiap hidup dengan dua kepala berbeda, dua keputusan dan dua pendapat yang tidak selamanya sama. Berani mengakui kesalahan, berani meminta maaf, mau mendengar saran, memberikan ruang memaklumi, menjauhkan kata sempurna. Setiap yang Allah takdirkan itu baik, jika beberapa kekurangannya muncul setelah menikah, maka berpikirlah kelebihan apa yang membuat kita dahulu menyukainya, berpikirlah bahwa jika kita menikah dengan orang lain, pasti akan ada kekurangan juga, tapi mungkin bentuknya berbeda

Selanjutnya, persiapan ilmu. Mulai dari belajar tahsin, belajar berkomunikasi dengan latihan ke orang tua terlebih dahulu, belajar bersabar jika kelak mertua tidak seperti ekspektasi, belajar menerima kehadiran ipar, belajar hak dan kewajiban suami istri, belajar tentang talak, belajar parenting

Tentang parenting, jika berniat dan mempersiapkan untuk menikah, maka harus ada persiapan juga menjadi orang tua. Terutama ibu, yang merupakan madrasah pertama. Beberapa tingkatan dalam memperlakukan anak yaitu: 7 tahun pertama perlakukan mereka layaknya raja/ratu dengan memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya tetapi tetap harus menggunakan bahasa yang sopan jika meminta sesuatu, 7 tahun kedua perlakukan mereka seperti tawanan dengan memberikan beberapa aturan yang memiliki konsekuensi reward/punishment, 7 tahun ketiga perlakukan mereka seperti sahabat dengan menjadikan diri sebagai tempat mereka mengeluarkan uneg-unegnya

Pernikahan adalah ibadah terlama, maka persiapannya juga harus terbanyak

MENGUNDURKAN DIRI

Bismillahirrahmanirrahim Hari ini, saya akan menyambung cerita tentang pengunduran diriku dari Ar-Rahmah. Jadi, awal Agustus itu sudah ada b...