Sabtu, 25 Mei 2013

Aku dan Blogku


Assalamu Alaikum saya ucapkan bagi semua teman-teman yang mengenal maupun akan dan ingin mengenalku. Banyak hambatan dan tantangan yang saya hadapi sebelum blog ini lahir. Tapi akhirnya, blog ini launching juga, hehe. Seperti perkenalan pada umumnya, hal pertama yang ditanyakan pasti nama. Okelah, namaku Wahyuna Nur, boleh dipanggil Unha, Yuna, Wahyu, Wheyun, dan pada akhirnya saya serahkan kepada kalian untuk memanggil dengan panggilan apa saja, yang penting nda keluar dari zona nama dan paling penting jangan panggil saya Nur, karena itu nama bapakku, hehe. 23 tahun yang lalu, tepatnya Kamis 1 Februari 1990, saya berpindah alam dari rahim yang gelap nan sempit (bagian paling mulia dari seorang wanita) menuju alam luas dan bebas terang benderang membahana, dunia. Alhamdulillah sekarang saya sudah alumni Fisika di salah satu perguruan tinggi di Makassar, UNHAS. Dan sekarang, lagi dumba-dumba menunggu pengumuman hasil seleksi S2 di ITB. Doakan lulus yah,,,,
Kalo kalian mau tahu banyak tentang saya, dikontak saja yah karena sepertinya agak mustahil kalo semua kisah hidupku dari usia 0 sampai 23 tahun ini diceritakan di sini. Saya hanya khusus mengulas sedikit tentang dunia tulis-menulis_kegemaranku dari kecil_.

MENULIS. Sebuah kata yang gampang gampang susah untuk dilakukan. Gampangnya karena kita bisa berekspresi semau gue dan bisa diedit kalo memang tulisannya ada yang keliru, dan sulitnya terletak pada kemauan dan wilayah teknisnya sendiri (pilihan kata, mau tulis apa, mulai darimana, endingnya bagaimana, dll). Dari SD, saya sudah punya diary dan mulai menulis apa saja di sana. Semakin hari, tulisan itu semakin banyak, tapi tentu saja masih menyangkut privasi, namanya saja diary. Penyesuaian gaya bahasa dari anak SD, SMP, sampai SMA pun saya alami. Mulai dari kesan unyu-unyu, alay lebay, sampai tulisan yang sudah agak layak dibaca, hehehe. Tapi herannya, setelah kuliah, saya agak jarang menulis. Selain tugas yang memang agak lumayan banyak, ternyata salah satu faktornya adalah keterbatasan idea tau tepatnya saya membatasi ide diri sendiri. Kenapa begitu? Yah, mungkin saya merasa sudah dewasa, jadi apa yang saya tulis sudah harus dipertimbangkan baik-baik. Belakangan lewat pelatihan kepenulisan, saya tahu bahwa menulis itu bagaikan masakan Ibu, nda ada buku resep nda ada takaran, semuanya mengalir begitu saja, tapi tetap enak. Intinya, menulis itu ungkapan isi kepala dan hati dalam bentuk rangkaian kalimat (ciiiiaaaaaaaa) untuk dibagi ke orang lain. Pemilihan kata mau puitis atau biasa saja, panjang kalimat, penggunaan majas dsb bukan suatu ukuran tulisan tersebut layak atau tidak dibaca, karena pada dasarnya tidak ada tulisan yang jelek. Terima kasih buat yang memberikan pengertian ini, Bang Darwis Tere Liye, penulis novel favoritku. Mulai saat ini, saya pun berjanji akan menulis apapun yang mau saya tulis. Nda peduli orang mau baca atau tidak, mau suka atau tidak, ini tentang aku dan kepuasanku, tapi Alhamdulillah kalo apa yang kutulis bisa bermanfaat untukku dan untuk orang lain. Yang penting tetap menjaga etika di setiap tulisan.

Yah, segitu dulu yah. Berkreasilah, karena dengan begitu kita bisa menunjukkan bahwa kita masih ada. . . Banyak tulisan di blog ini yang sebenarnya sudah lama, tapi baru diposting karena memang baru bikin blog. Selamat menjelajah di blog ini teman-temanku, semoga ada pengalaman baru yang kalian dapatkan. Maaf jika masih banyak kekurangan, ini juga baru belajar, hehehe, , ,Kritik dan saran saya terima dengan senang hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JURNAL 11 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim Sabtu, 31 Agustus 24: Sekitar pukul setengah 9 malam, Cawa tidur setelah meminum susu dari botol susunya. Tapi, sek...