Assalamu Alaikum saya
ucapkan bagi semua teman-teman yang mengenal maupun akan dan ingin mengenalku. Banyak
hambatan dan tantangan yang saya hadapi sebelum blog ini lahir. Tapi akhirnya,
blog ini launching juga, hehe. Seperti perkenalan pada umumnya, hal pertama
yang ditanyakan pasti nama. Okelah, namaku Wahyuna Nur, boleh dipanggil Unha,
Yuna, Wahyu, Wheyun, dan pada akhirnya saya serahkan kepada kalian untuk
memanggil dengan panggilan apa saja, yang penting nda keluar dari zona nama dan
paling penting jangan panggil saya Nur, karena itu nama bapakku, hehe. 23 tahun
yang lalu, tepatnya Kamis 1 Februari 1990, saya berpindah alam dari rahim yang
gelap nan sempit (bagian paling mulia dari seorang wanita) menuju alam luas dan
bebas terang benderang membahana, dunia. Alhamdulillah sekarang saya sudah
alumni Fisika di salah satu perguruan tinggi di Makassar, UNHAS. Dan sekarang,
lagi dumba-dumba menunggu pengumuman hasil seleksi S2 di ITB. Doakan lulus
yah,,,,
Kalo kalian mau tahu
banyak tentang saya, dikontak saja yah karena sepertinya agak mustahil kalo
semua kisah hidupku dari usia 0 sampai 23 tahun ini diceritakan di sini. Saya
hanya khusus mengulas sedikit tentang dunia tulis-menulis_kegemaranku dari
kecil_.
MENULIS. Sebuah kata
yang gampang gampang susah untuk dilakukan. Gampangnya karena kita bisa
berekspresi semau gue dan bisa diedit kalo memang tulisannya ada yang keliru,
dan sulitnya terletak pada kemauan dan wilayah teknisnya sendiri (pilihan kata,
mau tulis apa, mulai darimana, endingnya bagaimana, dll). Dari SD, saya sudah
punya diary dan mulai menulis apa saja di sana. Semakin hari, tulisan itu
semakin banyak, tapi tentu saja masih menyangkut privasi, namanya saja diary.
Penyesuaian gaya bahasa dari anak SD, SMP, sampai SMA pun saya alami. Mulai
dari kesan unyu-unyu, alay lebay, sampai tulisan yang sudah agak layak dibaca,
hehehe. Tapi herannya, setelah kuliah, saya agak jarang menulis. Selain tugas
yang memang agak lumayan banyak, ternyata salah satu faktornya adalah
keterbatasan idea tau tepatnya saya membatasi ide diri sendiri. Kenapa begitu?
Yah, mungkin saya merasa sudah dewasa, jadi apa yang saya tulis sudah harus
dipertimbangkan baik-baik. Belakangan lewat pelatihan kepenulisan, saya tahu
bahwa menulis itu bagaikan masakan Ibu, nda ada buku resep nda ada takaran,
semuanya mengalir begitu saja, tapi tetap enak. Intinya, menulis itu ungkapan
isi kepala dan hati dalam bentuk rangkaian kalimat (ciiiiaaaaaaaa) untuk dibagi
ke orang lain. Pemilihan kata mau puitis atau biasa saja, panjang kalimat,
penggunaan majas dsb bukan suatu ukuran tulisan tersebut layak atau tidak
dibaca, karena pada dasarnya tidak ada tulisan yang jelek. Terima kasih buat
yang memberikan pengertian ini, Bang Darwis Tere Liye, penulis novel favoritku.
Mulai saat ini, saya pun berjanji akan menulis apapun yang mau saya tulis. Nda
peduli orang mau baca atau tidak, mau suka atau tidak, ini tentang aku dan
kepuasanku, tapi Alhamdulillah kalo apa yang kutulis bisa bermanfaat untukku
dan untuk orang lain. Yang penting tetap menjaga etika di setiap tulisan.
Yah, segitu dulu yah.
Berkreasilah, karena dengan begitu kita bisa menunjukkan bahwa kita masih ada.
. . Banyak tulisan di blog ini yang sebenarnya sudah lama, tapi baru diposting
karena memang baru bikin blog. Selamat menjelajah di blog ini teman-temanku,
semoga ada pengalaman baru yang kalian dapatkan. Maaf jika masih banyak
kekurangan, ini juga baru belajar, hehehe, , ,Kritik dan saran saya terima
dengan senang hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar