Bismillahirrahmanirrahim
Sudah lama gak nulis yah. Meski masih pandemi, anak-anak juga masih belajar dari rumah, tapi ternyata effort untuk menyampaikan pelajaran secara daring itu Masya Allah lebih besar daripada belajar langsung. Allah, semoga pandemi ini segera berakhir, agar segala aktivitas termasuk ibadah kami dapat berjalan dengan lancar. Aamiin
Oo iya balik ke judul. Saya mau cerita sedikit mengenai perlindungan kulit terutama muka dari sinar Ultra Violet. Rata-rata sudah tau yah bahwa ada 2 jenis sinar UV yamg sampai ke bumi, UV-A yang dapat memunculkan tanda penuaan dini seperti keriput dan UV-B yang bisa membuat kulit terbakar. Ada lagi nih satu, namanya UV-C tapi Alhamdulillah terhalang di atmosfer dan gak sampai menyentuh bumi.
Karena buruknya efek UV bagi kulit, maka dibutuhkan perlindungan khusus yang dapat membuat kulit kita tidak terbakar dan tidak cepat menua, yah selain perlindungan dari dalam juga dibutuhkan, semisal makanan dan pikiran. Tapi tidak usah khawatir, sekarang sudah ada perlindungan dari UV yang diberi nama sunscreen dan sunblock. Sunscreen bekerja memfilter dan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi energi panas yang dikeluarkan melalui kulit. Sementara sunblock mampu mencegah sinar UVA dan UVB masuk ke dalam kulit dengan melakukan perlindungan di atas permukaan kulit (https://www.loreal-paris.co.id). Ada juga yang mengelompokkan ke dalam physical sunscreen dan chemical sunscreen. Untuk yang physical sunscreen, cara kerjanya adalah di permukaan kulit, memblok sinar UV agar tak tembus ke kulit, cocok untuk ibu hamil dan menyusui. Kandungannya yaitu bahan mineral aktif, seperti titanium dioxide atau zinc oxide. Kekurangannya adalah harus dioleskan berulangkali karena mudah terhapus. Chemical sunscreen mengandung bahan kimia aktif yang cara kerjanya meresap ke dalam kulit, oleh karenanya harus digunakan kurang lebih 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Kandungannya adalah senyawa organik (berbasis karbon), seperti oxybenzone, octinoxate, octisalate, dan avobezone. Kandungan ini menciptakan reaksi kimia yang mengubah sinar UV menjadi panas, dan kemudian melepaskan panas itu dari kulit. Karena mengandung bahan kimia, sunscreen ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil dan menyusui.
Sekarang kita bahas mengenai formula apa yang membuat sinar UV-A dan UV-B tidak merusak kulit. Nah di kemasan sunscreen yang kalian beli silakan diamati baik-baik. Di kemasan itu tertulis SPF (Sun Protection Factor), adalah angka tertentu yang menunjukkan perlindungan terhadap UV-B, biasanya SPF 15, SPF 30, SPF 50, dll. Semakin tinggi angkanya, semakin baik perlindungannya, tetapi membuat kulit semakin tidak nyaman karena biasanya menimbulkan minyak. Sementara itu, untuk perlindungan dari UV-A, terdapat PA (protection grade) yang ditandai dengan plus (+), bukan dengan angka misalnya PA ++, PA +++, dst. Untuk kulit Indonesia sih perlindungan SPF 30 dan PA+++ sudah cukup kok.
Balik ke pengalamanku yah. Saya pernah membeli sunscreen buta-buta. Belinya yang SPF 50 padahal kulitku berminyak. Alhasil, 3 sunscreen tidak ada yang cocok. Akhirnya, saya melihat review para beauty blogger yang jenis kulitnya sama denganku. Dari sana pulalah saya mendapat ilmu bahwa selain berminyak dan berjerawat, kulit saya juga ditumbuhi fungal acne atau jerawat yang sebenarnya bukan jerawat. Kalau jerawat disebabkan oleh bakteri, nah fungal acne ini disebabkan oleh jamur iiiiyyyuuuuhhh. Mukaku jamuran ternyata selama ini. Ciri-cirinya adalah bentuk jerawatnya kecil-kecil bergerombol, gak ada isinya dan tidak mempan diobati oleh skin care pembasmi jerawat biasa. Jadi untuk memilih skin care, kini PR semakin banyak heheheh. Kandungan atau formulanya harus cocok di jenis kulit fungal acne. Akhirnya saya beli Skin Aqua Normal to Oily SPF 30 PA ++. Alhamdulillah cocok. Tapi, saya tiba-tiba memiliki pertimbangan lain. Pertama, keterangan halalnya belum jelas. Kedua, dia ada parabennya. Ketiga, merupakan chemical sunscreen yang tidak cocok buat ibu hamil (hehehe, persiapan sist, Insya Allah niat menikah sudah mantap. Mudahkan Ya Allah. Aamiin). Saya kemudian riset lagi untuk memperoleh sunscreen yang halal, cocok untuk jenis kulitku dan jenisnya physical sunscreen. Alhamdulillah dapatlah si Acnes UV Tint SPF 35 PA +++ yang sekarang kugunakan dan Insya Allah akan repurchase karena cocok. Untuk kulit kering, saya tidak merekomendasikan karena teksturnya matte. Kayak gini penampakannya sist: