Senin, 10 Februari 2014

SYUKUR

Kadang saya berpikir
Mengapa harus saya
Mengapa bukan mereka yang mengalaminya
Mengapa bukan mereka yang jadi pilihan-Mu, mereka yang kelihatannya kuat
Mereka yang sepertinya mampu
Mengapa harus saya
Di saat berbagai cobaan menghampiri, cobaan berikutnya datang kembali
Mengapa harus saya, ketika kecil saya sudah harus memiliki tanggung jawab sendiri
Mengapa harus saya, ketika remaja harus berperang menghadapi keadaan adaptasi yang sungguh sulit saya rasakan
Mengapa harus saya, ketika dewasa harus menghadapi masalah keluarga yang belum saatnya saya alami
Harus merasakan bagaimana kesenjangan 2 keluarga yang seolah-olah meletakkan tanggung jawabnya ke saya untuk menyatukannya
Iya Tuhan, mengapa harus saya
Tiap saat saya menanyakannya
Sampai pada satu titik jenuh yang membuatku tak sanggup lagi
Engkau datang dengan segala keMaha Sempurnaan-Mu
Engkau memberikanku sedikit demi sedikit pemahaman
Engkau menyadarkanku bahwa setiap cobaan yang datang sesuai kadar kemampuanku
Artinya, saya lebih mampu dari yang saya kira
Saya lebih kuat dari yang saya bayangkan
Tapi sungguh, dari semua kejadian itu saya merasakan kasih sayang-Mu
Meski menyakitkan, meski beda dengan mereka
Meski harus menjalani hal yang kadang tak saya sukai
Saya baru menyadarinya ini semua jalan-Mu untuk mendewasakanku
Membuatku setingkat lebih baik untuk setiap kejadian
Membuatku mengingat-Mu dengan syukurku
Dan bukankah segala nikmat dan rahmat-Mu justru lebih banyak menghampiriku
Engkau tidak pernah meninggalkanku sedetikpun
Bahkan saya yang seringkali melupakan dan menjauhimu
Engkau yang selalu siap jadi tempatku berkeluh-kesah ketika tak ada yang mengertiku
Engkau memperkuat benteng kesabaranku
Engkau menganugerahkan orang-orang yang mencintaiku
Engkau memberikan rezeki yang tak henti-hentinya
Engkau memberikan kepekaan sosial
Engkau memberikan anugerah kesabaran yang dulu tak kumiliki
Bukankah itu semua rahmat yang tak bisa didapatkan semua orang???
Di mana rasa syukur dan terima kasihku???
Ya Allah, maafkan kekhilafan hamba-Mu ini
Ampuni kesalahanku
Sayangi hamba, keluarga, saudara semuslim
Kirimkanlah malaikat yang dapat membimbing hamba di jalan-Mu
Orang yang senantiasa mendampingi di kala suka maupun duka
Dia yang menjadi imam dunia akhiratku
Yang menyayangi dan hamba sayangi karena-Mu
Dia yang bergelar suami
Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JURNAL 18 BULAN CAWA

Bismillahirrahmanirrahim Masya Allah, Tabarakallah akhirnya sampai di usia anakku yang ke-18 bulan dan bisa menulis kembali jurnalnya di sin...